Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

PLN Tunggu Pasokan Sejumlah Pembangkit Listrik

Senin 05 Aug 2019 12:23 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nidia Zuraya

PLTU Suralaya di Cilegon, Banten.

PLTU Suralaya di Cilegon, Banten.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
PLN mengandalkan pasokan listrik dari PLTU Suralaya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan, PLN masih menunggu sistem jaringan dan pembangkit yang diharapkan mampu menopang sistem kelistrikan saat ini. Sistem pembangkit yang ditunggu PLN saat ini dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

"Kami sedang menunggu, PLTU terbesar di Suralaya baru masuk satu unit, tadi pukul 03.00 baru masuk 400 Mw di sana," ujar Inten di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8).

Kemudian, kata Inten, pasokan dukungan daya dari PLTU tersebut akan bertambah 1.000 Mw. Selain itu, ada juga dukungan dari PLTU Lontar meski belum diketahui kapasitas dukungan daya.

"Mudah-mudahan bisa selesai, saya dapat laporan kira-kira jam 16.00 WIB akan ada yang masuk, jam 14.00 WIB akan ada yang masuk dari pembangkit Lontar, kemudian, pembangkit lainnya juga akan masuk," ucap Inten.

Pada intinya, kata Inten, PLN juga memprioritaskan pemilihan listrik di DKI Jakarta yang akan mendapat pasokan dari PLTGU Muara Karang, PLTGU Muara Tawar, dan PLTGU Tanjung Priuk.

"Tiga ini kapasitas cukup besar namun PLTGU ini sebenarnya fungsinya sebenarnya peaker karena menggunakan bahan bakar gas. Kita berpikir efisiensi dalam hal biaya pokok penyediaan listrik, kan gas lumayan malah dibanding PLTU batubara. Namun kecepatannya inilah yang kita akan lakukan perubahan kesisteman supaya back up security sistem DKI jadi nomor satu atau prioritas," kata Inten.

Dengan kondisi ini, PLN menyampaikan akan terjadi pemadaman bergilir dampak dari belum pulihnya sistem kelistrikan saat ini.

"Sampai dengan siang hingga sore, mohon maaf MLS (manual load shedding) atau (pemadaman) bergilir masih terjadi," lanjut Inten.

Inten belum dapat menyampaikan pemadaman bergilir dilakukan setiap berapa jam kepada pelanggan PLN. Pun dengan wilayah yang akan mendapatkan pemadaman bergilir, Inten juga mengaku tidak tahu lantaran tidak memegang data.

"Kami nanti informasikan, saya tidak bawa data, mudah-mudahan ada daftarnya, nanti akan diberikan," ucap Intan.

Inten berharap dengan masuknya pasokan listrik dari pembangkit-pembangkit besar membuat jumlah pelanggan yang mengalami pemadaman bergilir semakin sedikit. PLN, kata Inten, menargetkan pasokan listrik dapat kembali normal pada Senin (5/8) malam.

"Mudah-mudahan nanti malam ya, target itu saya mengharapkan nanti jam 16.00 WIB ada dua unit PLTU akan masuk, jadi kira-kira 1.000 Mw, lalu PLTU-PLTU lainnya yang kapasitas 300 mw akan masuk juga tetapi agak menjelang malam," kata Inten menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA