Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Kalteng Minta Kebijakan Anggaran Karhutla dari BNPB Dibenahi

Senin 05 Aug 2019 11:34 WIB

Red: Ani Nursalikah

Foto udara kebakaran hutan.

Foto udara kebakaran hutan.

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Penganggaran diharpakna tak lagi gunakan dana siap pakai, namun fleksibel.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengharapkan kebijakan penganggaran untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dibenahi. "Ke depan, hal yang harus menjadi perhatian bersama, yakni mengenai penganggaran untuk berbagai kegiatan terkait karhutla," kata Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri di Palangka Raya, Senin (5/8).

Menurutnya, selama ini satuan tugas (satgas) gabungan pencegahan karhutla, baru akan dibentuk jika sudah ada status siaga darurat yang telah ditetapkan. Adapun penganggarannya, menggunakan dana darurat, yakni Dana Siap Pakai (DSP). Jika memungkinkan, ia ingin penganggaran itu tidak lagi menggunakan DSP, namun bisa dianggarkan secara fleksibel.

Misalnya melalui dana kontijensi, yakni dana yang dicadangkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya suatu bencana.Tujuannya, agar sebelum dilakukan penetapan status, satgas gabungan karhutla tetap bisa dibentuk dan bertugas.

Baca Juga

Hingga pada akhirnya pencegahan bisa dilakukan secara maksimal, termasuk dalam upaya penanganan karhutla. "Jika usulan ini bisa direalisasikan, tentu penanganan karhutla bisa dilakukan secara normal dan lebih optimal, tanpa harus melalui mekanisme penanganan darurat," jelasnya.

Menurut dia, seharusnya di setiap tahunnya selalu ada peningkatan dalam hal skema penganggaran yang digunakan. Selama ini pencegahan dan penanganan karhutla di Kalteng sudah dilakukan secara maksimal.

Selain melalui satgas yang dibentuk oleh pemprov maupun kabupaten dan kota, hal itu juga diperkuat dengan satgas bentukan BNPB. "Upaya pencegahan dan penanganan di Kalteng menjadi lebih kuat dengan adanya bantuan BNPB, mulai dari satgas, sarana berupa helikopter water bombing dan patroli, serta bantuan anggaran," ungkapnya.

Hal itu sangat membantu, terlebih diketahui potensi bahaya karhutla 2019 melebihi tahun sebelumnya, karena kondisi musim kemarau yang lebih kering serta pengaruh El Nino.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA