Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

RI-Korsel Sepakat Penyelesaian IK-CEPA pada Akhir Tahun Ini

Ahad 04 Aug 2019 07:01 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Hasanul Rizqa

(Ilustrasi) Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

(Ilustrasi) Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Mendag juga mengundang kalangan pebisnis Korsel untuk partisipasi dalam TEI ke-34

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Republik Indonesia dan Korea Selatan menyepakati target penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (IK-CEPA) pada akhir tahun ini. Kesepakatan itu dicapai setelah menteri perdagangan kedua negara bertemu di Pertemuan Intersesi Menteri RCEP ke-8 di Beijing, Cina, beberapa hari lalu.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) menyepakati target penyelesaian perundingan IK-CEPA pada akhir 2019 dengan mengambil momentum ASEAN-Korea Commemorative Summit ke-30 di Seoul. Hal itu sebagaimana telah dituangkan pada rencana kerja IK-CEPA.

Baca Juga

“Kedua negara sepakat memfokuskan pembahasan pada akses pasar dan kerja sama untuk mencapai target penyelesaian dimaksud,” kata Enggar dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (3/8).

Pada pertemuan bilateral tersebut, Enggar juga mengundang pebisnis dan kalangan pengusaha Korea Selatan untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 yang dijadwalkan berlangsung pada 16─20 Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemendag, nilai total perdagangan kedua negara pada 2018 mencapai 18,6 miliar dolar AS. Neraca perdagangan Indonesia-Korea Selatan pada 2018 surplus bagi Indonesia sebesar 443,6 juta dolar AS. Korea Selatan menempati peringkat ke-7 sebagai negara tujuan ekspor utama Indonesia serta menempati urutan ke-6 sebagai negara sumber impor utama Indonesia.

Adapun total ekspor Indonesia ke Korea Selatan pada 2018 tercatat sebesar 9,53 miliar dolar AS atau naik 14 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 8,20 miliar dolar AS. Sementara itu, impor Indonesia dari Korea Selatan pada 2018 mencapai 9,1 miliar dolar AS atau naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 8,12 miliar dolar AS.

Dalam pertemuan bilateral itu juga dibicarakan mengenai Indonesia dan Korea Selatan yang juga memiliki pandangan yang sama dalam hal penyelesaian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Kedua negara mendukung penyelesaian perundingan RCEP pada 2019.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA