Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Mensos Berharap Warga Pandeglang Melek Bencana

Sabtu 03 Aug 2019 18:03 WIB

Red: Ani Nursalikah

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) menyapa keluarga korban gempa Banten di Kampung Panjang Jaya, Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019).

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) menyapa keluarga korban gempa Banten di Kampung Panjang Jaya, Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019).

Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Pandeglang merupakan wilayah berpotensi rawan gempa.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita berharap masyarakat Banten khususnya Pandeglang melek terhadap kondisi kerawanan bencana.

"Suka tidak suka Pandeglang ini khususnya harus menyadari punya potensi rawan gempa. Maka ada satu kebutuhan agar masyarakat secara umum yang ada di Pandeglang itu bisa melek terhadap kesiapsiagaan dari bencana ini sendiri," katanya saat meninjau lokasi terdampak gempa di Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8).

Baca Juga

Dia mengatakan, kesiapsiagaan bencana sangat penting karena wilayah Indonesia terletak di zona subduksi lempeng tektonik dan kawasan cincin api sehingga sangat rawan gempa bumi. Salah satu bentuk mitigasi dari Kementerian Sosial adalah melalui Kampung Siaga Bencana (KSB).

Menurut dia, pada saat gempa magnitudo 6,9, Kemensos sudah menerjunkan 11 KSB untuk membantu mengevakuasi warga. "Saat gempa kemarin KSB sangat efektif membantu masyarakat menyelamatkan diri. Ke depan program KSB ini khususnya di Pandeglang akan kami perkuat. Paling tidak di setiap kecamatan akan kami bentuk," katanya.

Begitu juga program Tagana Masuk Sekolah akan terus disosialisasikan ke sekolah-sekolah dan diperkuat di daerah-daerah yang memang sekolahnya belum tersentuh dengan program tersebut. Diharapkan dengan mitigasi tersebut, masyarakat bisa paham dan bisa melek, bisa mengerti daerahnya rentan dari kejadian bencana.

Agus mengatakan tugas tersebut merupakan tugas dari pemerintah, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat untuk mempersiapkan masyarakat tangguh bencana. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan pentingnya latihan rutin kesiapsiagaan bencana sampai ke tingkat paling bawah, yaitu keluarga.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan telah terjadi gempa magnitudo 7,4 yang dimutakhirkan menjadi magnitudo 6,9 pada pukul 19.03 WIB yang berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten. Gempa bumi tersebut berdasarkan permodelan BMKG berpotensi tsunami di sejumlah wilayah seperti Lampung dan Pandeglang sehingga BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri pada pukul 21.35 WIB.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA