Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Pascagempa, Penerbangan di Wilayah Banten Masih Normal

Jumat 02 Aug 2019 21:58 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Gita Amanda

Lokasi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 berpusat di wilayah perairan Banten.

Lokasi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 berpusat di wilayah perairan Banten.

Foto: Google
gempa yang terjadi di Banten dan sekitarnya tak mengganggu operasional penerbangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pascagempa di Banten Jumat (2/8) malam ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penerbangan di wilayah tersebut masih berjalan normal. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti  mengatakan hal tersebut dipastikan setelah melakukan pemeriksaan.

Dia menegaskan gempa yang terjadi di wilayah Banten dan sekitarnya tidak mengganggu jalannya operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Berdasarkan laporan awal, semua dalam kondisi normal dan aman, semua fasilitas siap digunakan untuk pelayanan,” kata Polana di Jakarta, Jumat (2/8).

Pascagempa, kata Polana, pengecekan menyeluruh dilakukan mulai dari sisi udara dan darat. Selain itu, fasilitas pelayanan navigasi penerbangan  juga tidak mengalami kerusakan akibat gempa.

Polana mengimbau seluruh stakeholder penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana yang terjadi. “Utamakan keselamatan, keamanan dan pelayanan dan terus melakukan koordinasi untuk mengatasi dan mengantisipasi hal-hal yang menggangu jalannya penerbangan,” jelas Polana.

Dia menambahkan, pascagempa juga telah dilaksanakan pemeriksaan terhadap landasan pacu di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Polana mengatakan dari hasil inspekso yamg dilakukan  menyimpulkan landasan pacu  dalam keadaan aman.

Berdasarkan informasi dari Badan  Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa terjadi pada pukul 19.03 WIB  pada Lokasi koordinat 7.54 LS, 104.58 BT (147 km  Barat Daya Sumur - Banten di kedalaman 10 kilometer. BMKG juga belum mencabut potensi tsunami.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA