Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Solok Selatan dan Pasaman Barat Lepas Status Tertinggal

Jumat 02 Agu 2019 13:11 WIB

Rep: febrian fachri/ Red: Dwi Murdaningsih

Alpukat hasil pertanian Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat

Alpukat hasil pertanian Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat

Ada 62 daerah yang terentas dari daerah tertinggal tahun 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG – Dua kabupaten di Sumatera Barat yakni Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat berhasil melepaskan status sebagai daerah tertinggal. Kepastian itu tertera dari salinan keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Dalam surat tersebut, ada 62 daerah yang terentas dari daerah tertinggal tahun 2019.  Termasuk dua Solok Selatan dan Pasaman Barat.

Baca Juga

“Ini prestasi yang sangat luar biasa. Melalui perjuangan yang sangat berat. Sekarang kita memperjuangkan satu lagi daerah yang masih berstatus tertinggal yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai,” kata Nasrul di Padang, Kamis (1/8).

Nasrul menyebut Kabupaten Kepulauan Mentawai  diproyeksikan bisa keluar dari status tertinggal pada tahun 2020. Wagub Sumbar mengatakan walau sudah lolos dari status daerah tertinggal Kabupaten Solok Selatan dan Pasaman barat masih akan mendapatkan pembinaan oleh kementerian dan lembaga terkait dan juga dan pemerintah daerah provinsi selama 3 tahun ke depan sejak ditetapkan sebagai daerah yang sudah terentaskan.

Pemprov dan Pemerintah pusat merasa Solsel dan Pasbar masih harus mendapat banyak pembenahan agar kedua daerah tersebut sejajar dengan kabupaten dan kota lain yang ada di Sumatera Barat.

Nasrul menjabarkan ketertinggalan sebuah daerah dapat diukur berdasarkan enam kriteria utama yaitu ekonomi, sumber daya manusia, infrastruktur, kapasitas keuangan daerah, aksesibilitas dan karakteristik daerah.

Sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi, mengatakan keberhasilan Solsel keluar dari status daerah tertinggal karena adanya kemajuan dari sumber perekonomian berupa perkebunan dan pertanian. Kemudian kata dia juga ada peningkatan dari sektor pariwisata. Sehingga pertumbuhan ekonomi kabupaten yang baru dimekarkan sejak  2004 itu naik mencapai angka 5,6 hingga 5,7 persen.

"Selama tiga tahun terakhir ini, ada  komoditas lain dari Solok Selatan, yaitu kopi arabika dan robusta yang juga menjadi nilai tambah pendukung ekonomi Solok Selatan," ucap Yulian.

Asisten 1 Pemkab Pasaman Barat Bidang Pemerintahan, Edy Murdani menjelaskan Pemkab Pasaman Barat selama ini juga berupaya membangun infrastruktur, seperti pembangunan akses jalan dan jembatan menuju jorong terisolir, pembangunan akses jaringan internet dan listrik di jorong terisolir, termasuk bidang pendidikan, maupun kesehatan sudah cukup meningkat di Pasaman Barat.

“Masih banyak yang harus kami perbaiki, terutama sarana infrastruktur ke daerah perkebunan dan perampungan yang masih banyak belum bisa dilalui kendaraan," kata  Edy.

Edy menjelaskan Pasaman Barat terkenal dengan perkebunan sawit  sebagai produk unggulan. Kemudian Kabupaten yang baru dimekarkan sejak 2003 itu juga memiliki jeruk dan alpukat. Edy menyebut pemerintah akan mendorong pemasaran hasil-hasil andalan daerahnya ini supaya merambah ke pasar yang lebih luas supaya pertumbuhan ekonomi Pasaman Barat kian meningkat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA