Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Pemangkasan Suku Bunga The Fed Dorong Dana Segar Masuk

Jumat 02 Agu 2019 10:37 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda

Layar monitor menampilkan suku bunga bank sentral AS. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sepakat menurunkan suku bunga setelah 10 tahun.

Layar monitor menampilkan suku bunga bank sentral AS. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sepakat menurunkan suku bunga setelah 10 tahun.

Foto: AP Photo/Richard Drew
Bank Indonesia juga diprediksi akan kembali menurunkan suku bunga acuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve akan berimplikasi kepada negara berkembang termasuk Indonesia. Pemangkasan suku bunga ini mencapai 25 basis poin merupakan level tertinggi sejak 2008 yang dilakukan oleh Bank Sentral AS.

Baca Juga

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan implikasi pemangkasan suku bunga AS ke Indonesia akan membuat nilai tukar rupiah akan menguat. Asal dengan catatan kondisi perekonomian Indonesia tetap stabil.

"Implikasinya juga akan banyak dana segar dari AS yang mencari pasar baru, termasuk Indonesia. Kemungkinan banyak uang masuk ke Indonesia dalam jangka pendek," ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Jumat (2/8).

Menurut Tauhid adanya pemangkasan suku bunga AS semestinya bisa diikuti langkah Bank Indonesia yang mempertimbangkan penurunan suku bunga acuannya. Hanya saja, Tauhid memperkirakan pemangkasan kembali suku bunga acuan akan dilakukan sekitar satu bulan.

"Bank Indonesia saya kira akan turut mempertimbangkan penurunan suku bunga SBI antara 25 basis poin sampai 50 basis poin," ucapnya. 

Sebelumnya Dilansir di AP News, Kamis (1/8), disebutkan The Fed juga mengulangi janji untuk bertindak yang sesuai diperlukan untuk mempertahankan ekspansi. Pasar keuangan telah menafsirkan pernyataan tersebut sebagai sinyal kemungkinan penurunan suku bunga di masa mendatang.

Bank sentral AS ini mengurangi suku bunga acuannya, yang memengaruhi banyak pinjaman untuk rumah tangga dan bisnis dengan seperempat poin menjadi kisaran dua persen hingga 2,25 persen.

Ini adalah penurunan suku bunga pertama sejak Desember 2008 selama kedalaman Resesi Hebat, ketika The Fed memangkas suku bunganya ke rekor terendah mendekati nol dan mempertahankannya di sana sampai 2015. Ekonomi jauh lebih sehat sekarang meskipun ada risiko untuk apa yang menjadi ekspansi terpanjang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA