Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Tarif Baru Dapat Picu Penurunan Suku Bunga Fed Selanjutnya

Jumat 02 Aug 2019 09:44 WIB

Red: Friska Yolanda

Layar monitor menampilkan suku bunga bank sentral AS. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sepakat menurunkan suku bunga setelah 10 tahun.

Layar monitor menampilkan suku bunga bank sentral AS. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sepakat menurunkan suku bunga setelah 10 tahun.

Foto: AP Photo/Richard Drew
Lemahnya pertumbuhan global dan inflasi menjadi faktor penurunan suku bunga.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Langkah mengejutkan dilakukan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (1/8) yang memberlakukan tarif baru pada impor barang-barang Cina. Kebijakan baru ini dinilai bisa menjadi pemicu Federal Reserve untuk memotong suku bunga lebih besar dari yang diharapkan, yang diperlukan untuk melindungi ekonomi AS dari risiko kebijakan perdagangan.

Dalam serangkaian cicitan di twitter, Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif 10 persen pada 300 miliar dolar AS impor Cina mulai 1 September. Ia juga mengatakan tidak puas dengan kecepatan negosiasi perdagangan antara kedua negara adidaya rersebut. Sekitar 250 miliar dolar AS impor Cina sudah dikenakan bea 25 persen yang bertujuan menekan ekonomi terbesar kedua dunia untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Bom tengah hari presiden membuat pasar saham jatuh dan imbal hasil obligasi pemerintah jatuh ke level terendah dalam hampir tiga tahun. Ini menyebabkan pembelian panik di pasar suku bunga berjangka. Padahal, kurang dari 24 jam sebelumnya pasar telah dirusak oleh indikasi Ketua Fed Jerome Powell bahwa penurunan suku bunga 25 basis poin tidak dimaksudkan sebagai awal dari siklus pelonggaran yang panjang.

Baca Juga

Namun, pada penutupan perdagangan pada Kamis (1/8), pasar telah mengembalikan harapan penuh bahwa Fed memang perlu untuk melonggarkan kebijakan lebih banyak dari sini. "Pengumuman hari ini meningkatkan risiko bahwa The Fed memangkas suku bunga lebih dari 75 (basis poin) secara total tahun ini," Ekonom Senior Deutsche Bank AS, Brett Ryan menulis dalam sebuah catatan.

Kebijakan perdagangan Trump yang agresif dan kadang-kadang tidak dapat diprediksi. Hal tersebut sudah menjadi inti argumen yang diajukan Powell untuk penurunan suku bunga pada Rabu (31/7), disetujui dengan suara 8-2 oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh tarif dan kebijakan perdagangan Trump lainnya memiliki efek dingin pada sentimen bisnis dan investasi, kata Powell. Lemahnya pertumbuhan global dan inflasi yang rendah juga menjadi faktor dalam keputusan untuk menurunkan suku bunga.

Namun, Powell mengatakan dia memandang pemotongan itu sebagai polis asuransi. Ia menyebutnya sebagai penyesuaian pertengahan siklus dan bukan awal dari siklus pemotongan tarif penuh.

Apakah Fed masih dapat tetap berpegang pada rencana terbatas, itu dipertanyakan. Jika masalah perdagangan memperdalam perang dagang, analis DRW Holdings, Lou Brien mengatakan setiap pemotongan suku bunga Fed lebih lanjut tidak akan lagi dianggap penyesuaian di tengah jalan. Itu akan dianggap sebagai kebutuhan untuk mencegah resesi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA