Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Politikus Golkar: Jadi Menteri Jokowi tak Mudah

Jumat 02 Aug 2019 09:02 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Teguh Firmansyah

Misbakhun

Misbakhun

Foto: Istimewa
Menteri harus mampu mengimbangi ritme kerja Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Golkar Muhammad Misbakhun berbicara soal kriteria calon menteri kabinet bentukan Joko Widodo untuk periode 2019-2024. Ia menyebut, menjadi menteri Joko Widodo bukanlah hal mudah.

"Menjadi menterinya Pak Jokowi itu bukan hal mudah, karena  harus bisa mengimbangi irama kerjanya presiden, 24 jam," kata Misbakhun di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Kamis (1/8).

Menteri, kata Misbakhun, harus mampu mengimbangi ritme kerja Jokowi. Menteri itu harus siap bila sewaktu waktu dipanggil atau ikut presiden kemanapun pergi. Seorang menteri juga harus tanggap terhadap situasi sosial masyarakat yang sedang berkembang.

"Harus menjadi orang pertama memberikan laporan kepada presiden,  yang bisa seperti ini kan semangatnya harus selalu muda," kata Misbakhun.

Oleh karena itu, menurut Misbakhun, wajar bila Jokowi menginginkan menteri yang 'muda'. Namun, muda yang dimaksud menurut dia bukan hanya soal usia. Namun, Jokowi membutuhkan menteri dengan semangat kerja pemuda di salam kabinetnya.

"Kita ingin melihat semangat,  satu yaitu kelincahan pak Jokowi dalam bekerja,  siapa yang bisa menangkap energi besarnya pak Jokowi ini dan kemudian menangkap,  menterjemahkan kemudian bisa work di tengah-tengah masyarakat kita," ujar Anggota DPR RI tersebut.

Kendati demikian, Misbakhun menekankan, postur kabinet tetap ditentukan oleh Jokowi sendiri. Ia mengindikasikan, isu paling besar pada saat ini adalah mengenai ekonomi. Maka, lanjut Misbakhun, diperlukan semangat muda itu untuk menangani sektor ekonomi.

"Bagaimana kemudian perkembangan zaman ini bisa kita tangkap, menjadi program yang ada di masyarakat itu kemudian ditangkap menjadi program-program pemerintahan yang ideal dan kemudian mengena di tengah masyarakat yang sedang berubah," ujar Misbakhun.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA