Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tangkuban Parahu Erupsi Lagi, Masyarakat Diimbau Waspada

Jumat 02 Aug 2019 01:19 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Hasanul Rizqa

Wisatawan menikmati pemandangan Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (1/8/2019).

Wisatawan menikmati pemandangan Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (1/8/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Pada Kamis malam, Gunung Tangkuban Parahu kembali mengalami erupsi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi lagi pada Kamis (1/8) malam. Warga di sekitarnya diimbau berhati-hati lantaran aktivitas erupsi mungkin terjadi kembali setiap saat.

Berdasarkan keterangan resmi dari Pos Pengamatan Gunungapi Tangkuban Parahu, erupsi terkini berlangsung pada pukul 20:46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 180 meter dari dasar kawah.

Baca Juga

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi ± 11 menit 23 detik.

Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, termasuk para wisatawan dan pendaki, agar tidak mendekati kawah yang ada di puncak gunung tersebut dalam radius 500 meter dari kawah aktif.

Area lainnya yang mesti dijauhi ialah sepanjang area parkir di bibir kawah. Demikian keterangan resmi yang disiarkan KESDM Badan Geologi PVMBG, Kamis (1/8).

Saat ini, ketinggian abu teramati 180 dari dasar kawah. Walau begitu, masyarakat diimbau tetap tenang karena status Tangkuban Parahu berada pada Status Level I alias normal. Hanya saja masyarakat perlu memperhatikan sejumlah rekomendasi demi keselamatan.

"Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik," demikian dikutip dari keterangan resmi tersebut.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak berlama-lama berada di sekitar kawah aktif. Sebab, paparan gas dapat berdampak buruk bagi keselamatan jiwa.

"Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas," demikian siaran pers KESDM Badan Geologi PVMBG.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA