Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Menteri Nasir Mengaku Dirundung Terkait Rektor Asing

Kamis 01 Aug 2019 14:05 WIB

Red: Ani Nursalikah

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Foto: Fakhri Hermansyah
Menurut Menteri Nasir, mendatangkan rektor asing sudah dilakukan negara lain.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengaku dirundung selama beberapa pekan terakhir ini menyusul rencana pemerintah yang akan mendatangkan rektor asing. "Saya hanya berpikir bagaimana perguruan tinggi di Indonesia bisa masuk kelas dunia, itu saja," kata Nasir di Universitas Diponegoro Semarang, Kamis (1/8).

Menurut dia, jika ingin perguruan tinggi (PT) maju, kita harus berkolaborasi. "Tanpa kerja sama dengan perguruan tinggi yang sudah kelas dunia tidak mungkin," ujarnya.

Ia menjelaskan, wacana menggunakan jasa rektor dari luar negeri sudah ada sejak 2016. Ia mengakui penolakan atas wacana pada saat itu sangat luar biasa.

Oleh karena itu, ia mengharapkan adanya perubahan perguruan tinggi di Indonesia. "PT di seluruh dunia ini berkolaborasi sudah biasa. Rektor asing sudah biasa," katanya.

Ia menyebut sejumlah negara seperti Singapura, Hong Kong, serta Norwegia sudah melakukan hal tersebut. "Beri kesempatan rektor asing, jangan ditutup," ujarnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA