Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

AS Ingin Segera Gelar Pembicaraan dengan Korut

Kamis 01 Aug 2019 13:59 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

John Bolton

John Bolton

Foto: AP
Uji coba rudal balistik Korut tak langgar perjanjian antara Kim Jong-un dan Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Penasihat keamanan Gedung Putih John Bolton mengatakan uji coba rudal balistik yang dilakukan Korea Utara (Korut) tidak melanggar perjanjian antara Pemimpin Korut Kim Jong-un dengan Presiden AS Donald Trump. Tapi Amerika Serikat (AS) ingin perundingan denuklirisasi Semenanjung Korea segera dimulai kembali.

"Tembakan rudal ini tidak melanggar janji yang dibuat Kim Jong-un kepada presiden tentang rudal balistik antarbenua," kata Bolton di stasiun televisi Fox News, Kamis (1/8).

Kim mengawasi peluncuran dua rudal balistik jarak-pendek pada Rabu (31/7) lalu. Hanya enam hari setelah ia melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah. Walaupun menyatakan uji coba tersebut tidak melanggar perjanjian, tapi Bolton mempertanyakan kapan proses perundingan dimulai kembali. 

"Tapi Anda harus bertanya kapan diplomasi nyata dimulai, kapan diskusi denuklirisasi level-menegah dimulai," kata Bolton.

Terakhir kali Kim bertemu dengan Trump pada 30 Juni lalu di perbatasan Korea Selatan-Korut. Keduanya sepakat memulai kembali perundingan denuklirisasi yang mengalami kebuntuan sejak pertemuan di Vietnam pada Februari.

Tapi Korut menggelar uji coba rudal balistik dua kali dalam sepekan terakhir. Uji coba ini untuk menekan AS menghentikan latihan militer gabungan dengan Korsel.

Kantor berita Yonhap melaporkan dihadapan anggota legislatif, badan intelijen Korsel mengatakan Korut akan menjalani lebih banyak uji coba rudal. Kemungkinan akan digelar pada Agustus ini.

Professor Massachusetts Institute of Technology Vipin Narang mengatakan uj icoba rudal balistik itu bagian dari pendekatan diplomasi Kim Jong-un. "Ia seperti mengatakan untuk menggerakkan hal ini butuh sesuatu yang lebih besar daripada sekedar operasi foto," kata Narang.

Pejabat pemerintah AS mengabaikan uji coba yang dilakukan Korut. Pekan ini Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan ia berharap perundingan dapat segera dimulai kembali.

Kemungkinan di sela pertemuan forum keamanan di Asia Tenggara di Bangkok. Tapi Bolton mengatakan Korut belum memberikan tanggapan apa-apa. "Kami masih menunggu kabar dari Korut," katanya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA