Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Unduhan Tiktok Turun per Kuartal II-2019, Karena Pengguna India dan AS?

Jumat 02 Aug 2019 06:14 WIB

Rep: Tanayastri Dini Isna(Warta Ekonomi)/ Red: Tanayastri Dini Isna(Warta Ekonomi)

Unduhan Tiktok Turun per Kuartal II-2019, Karena Pengguna India dan AS?. (FOTO: TikTok)

Unduhan Tiktok Turun per Kuartal II-2019, Karena Pengguna India dan AS?. (FOTO: TikTok)

Tiktok mencatat 143 juta unduhan di App Store dan Google Play

Aplikasi video singkat milik ByteDance, Tiktok mencatat 143 juta unduhan di App Store Apple dan Google Play pada kuartal kedua 2019, turun 1u,3% dibanding kuartal pertama, berdasarkan laporan yang dirilis oleh lembaga riset Sensor Tower pada Rabu (31/7/2019).

Melansir KrAsia, penurunan unduhan itu terjadi untuk pertama kalinya bagi Tiktok. Menurut laporan Sensor Tower, penurunan itu terjadi karena berkurangnya pengunduh di India dan Amerika Serikat.

Dalam laporan sebelumnya pada Mei lalu, Sensor Tower memperingatkan, larangan singkat yang dihadapi TikTok di India pada April dapat mengurangi 15 juta unduhan baru, tetapi diprediksi itu tetap akan pulih.

Baca Juga: Wah! Perusahaan Induk Tiktok Mau Produksi Smartphone

TikTok dilarang oleh pengadilan India karena kekhawatiran aplikasi itu bisa membuat anak kecil terpapar pornografi dan konten tidak pantas lainnya.

Layanan video pendek negeri tirai bambu itu juga menghadapi persaingan dengan VMate di India karena aplikasi video pendeknya baru saja memperoleh US$100 juta dari Alibaba untuk kebutuhan ekspansi di negara itu.

Namun, Tiktok masih menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh di seluruh dunia, dan menduduki posisi teratas di antara layanan video pendek China dan aplikasi streaming, pada kuartal kedua. Sementara itu, VMate yang didukung Alibaba berada di peringkat keempat.

Lebih lanjut, masih dari data Sensor Tower, Tiktok diunduh 20,5 juta kali di enam negara Asia Tenggara yang meliputi Indonesia, Vietnam dan Thailand. Angka itu meningkat sebesar 23,7% dari tahun sebelumnya (YoY).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA