Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Pantai Tercemar, Jumlah Induk Penyu Bertelur Turun Drastis

Kamis 01 Agu 2019 07:50 WIB

Red: Friska Yolanda

Warga bersama pecinta lingkungan mengumpulkan telur penyu di pesisir Pantai Jung Pakis, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (25/7/2019).

Warga bersama pecinta lingkungan mengumpulkan telur penyu di pesisir Pantai Jung Pakis, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (25/7/2019).

Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
Dibukanya wilayah konservasi untuk wisata sebabkan penyu enggan bertelur di pantai.

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG -- Sejumlah warga penggiat konservasi di pesisir selatan Tulungagung, Jawa Timur, mengakui jumlah indukan penyu yang bertelur di pantai-pantai setempat kini turun drastis. Hal ini sebagai akibat dibukanya beberapa kawasan pantai konservasi alami untuk objek wisata.

Baca Juga

"Dulu penyu biasa bertelur di Pantai Ngalur dan Sanggar. Tapi mungkin karena di sana mulai banyak orang (wisatawan), sekarang jarang terlihat penyu mendarat untuk bertelur," tutur Purjo Lompong, Ketua Pokdarwis Sanggar Ria, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung, Rabu (31/7).

Di pesisir wilayah ini, warga mengidentifikasi ada empat pantai yang selama ini menjadi area penyu bertelur. Keempat pantai itu yakni Pantai Sanggar, Ngalur, Pathuk Gebang dan Jung Pakis.

Dulu, dalam satu musim bertelur, induk penyu yang mendarat bisa mencapai puluhan hingga ratusan ekor. Namun kini jumlahnya sudah jauh menurun. 

Musim bertelur tahun ini, Purjo dan kawan-kawan yang aktif bergiat konservasi secara mandiri hanya mengudentifikasi 2-3 ekor induk penyu yang bertelur. Itupun yang akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi komunitas pecinta penyu hanya satu ekor.

"Kondisi pantai yang kotor akibat sampah plastik dan kayu juga mempengaruhi penurunan jumlah penyu yang mendarat di pesisir pantai sekitar sini," ucap Andik, penggiat konservasi penyu yang lain.

Masalah keamanan penyu dan telur penyu disebut Purjo paling mengkhawatirkan. Sebab selain kerap hilang dan curi/dimakan predator alaminya, perburuan manusia yang semakin tak terkendali membuat penyu kian jarang nampak.

"Populasi penyu juga sudah jauh menurun akibat perburuan manusia. Itu yang penyu kian langka dan langka bisa ditemui," ujarnya. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA