Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

UMM Siapkan KKN Dampingi TKI

Rabu 31 Jul 2019 10:50 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi: TKI

Ilustrasi: TKI

KKN tema ini menyasar Kota Kinabalu, Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan menyiapkan skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mendampingi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada aspek pendidikan dan psikologis. KKN tema ini menyasar Kota Kinabalu, Malaysia.

Direktorat Penelian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM), UMM, Yus Mochammad Cholily menjelaskan, selama ini Kota Kinabalu menjadi tempat bertandang bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Tidak heran, terdapat banyak TKI ilegal ikut mengadu nasib di kota ini. Ketidakmilikan kewarganegaraan membuat anak mereka tidak dapat mengenyam pendidikan formal di sekolah resmi Negeri Jiran ini.

Baca Juga

Menurut Yus, anak para TKI hanya bisa bersekolah di Community Learning Center (CLC). Wadah ini semacam tempat pusat pembelajaran warga Indonesia bentukan pemerintah pusat. "Sementara, sedikitnya tenaga pengajar di CLC dirasa belum mencukupi untuk menjamin pendidikan yang layak,” kata Yus.

Selain di aspek pendidikan, terdapat banyak masalah lain ditemukan. Pelaksanaan CLC di sana masih sangat kurang layak. Fasilitas bangunan hanya terbuat dari gedek dan seng. Padahal anak memerlukan edukasi dari segala macam hal seperti pendidikan, kesehatan, psikologis dan administrasi.

Saat ini, program pengiriman mahasiswa KKN tersebut telah dijembatani oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kinabalu. DPPM juga merencanakan KKN internasional akan dimulai pada tahun ajara 2019/2020 semester mendatang. Sejauh ini, pihak DPPM UMM sedang menyusun pedoman-pedoman dan mencari dana sponsor untuk KKN ini. 

KKN Internasional UMM tahun ini sudah diikuti 97 mahasiswa. Kegiatannya dilaksanakan di enam negara yakni Turki, Thailand, Malaysia, China, Kamboja dan Taiwan. Para mahasiswa yang terseleksi ini akan mengabdi selama enam minggu dan menjalankan program di tiga bidang. Tiga bidang itu yakni bidang lingkungan, pendidikan dan kesehatan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA