Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Alberts: Skuat Persib Dapat Teror Jelang Lawan Arema

Rabu 31 Jul 2019 01:17 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Bayu Hermawan

Penjaga gawang Persib Bandung Muhammad Agil Savik (bawah) berusaha menghalau bola dari kaki pesepakbola Arema FC Riki Kayame (kiri) dalam pertandingan Liga I di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (30/7/2019).

Penjaga gawang Persib Bandung Muhammad Agil Savik (bawah) berusaha menghalau bola dari kaki pesepakbola Arema FC Riki Kayame (kiri) dalam pertandingan Liga I di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (30/7/2019).

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Persib Bandung mengalami kekalahan telak dari Arema Malang dengan skor 1-5.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung kembali pulang dengan tangan hampa usai ditaklukan oleh Arema FC. Persib kalah telak dengan skor akhir 1-5 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (30/7).

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts mengucapkan selamat atas kemenangan tersebut. Namun diluar pertandingan, Robert membeberkan keluhannya sebelum laga dimulai. "Selamat untuk Arema, tapi yang ingin saya bahas adalah beberapa kejadian sebelum pertandingan," kata Robert usai laga.

Pelatih asal Belanda ini menyebut tidak memiliki alasan atas kekalahannya. Namun urusan non teknis di luar lapangan diakuinya sangat berpengaruh pada tim. Pertama adalah bus Persib yang mogok saat perjalanan dari Surabaya ke Malang. Setelah itu, Robert mengakui mendapat teror di hotel karena banyaknya petasan yang diarahkan pada hotel.

"Saya tahu itu bukan Aremania karena kita respek pada mereka, tapi oknum tersebut ganggu malam pemain," tegas Robert.

Teror juga terjadi ketika Persib melakukan official training satu hari sebelum pertandingan. Oknum tersebut kembali menyalakan petasan ke arah bus yang diisi oleh pemain Persib.

"Kemarin final Piala Indonesia mengalami hal serupa dan ditunda pertandingannya. Kami sudah mengirim surat pada PSSI tapi kita tetap bermain sesuai dengan aturannya," kata Robert.

Tidak sampai disana, Maung Bandung kembali mengalami kejadian yang tidak menyenangkan di hotel. Robert menyebut, pihaknya sempat diperlihatkan surat pergantian jadwal bertanding. Namun hal tersebut batal dilakukan.

Bahkan, Maung Bandung sempat masuk ke barracuda dan kembali ke hotel. Hingga akhirnya kembali ke stadion dengan waktu yang mepet. Robert mengakui hal tersebut berpengaruh besar pada mental pemain.

"Saya pikir untuk pertandingan tidak masalah, pemain menunjukkan permainan terbaiknya. Kita hanya tidak mempersiapkan dengan baik karena segala sesuatu yang terjadi sejak kemarin," ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA