Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Najwa Shihab: Literasi Bukan Sekadar Membaca atau Mengeja

Rabu 31 Jul 2019 00:22 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

Najwa Shihab (ilustrasi)

Najwa Shihab (ilustrasi)

Foto: Republika
Seseorang terkadang menyempitkan pemahaman terhadap literasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab mengatakan literasi adalah kemampuan untuk menyerap informasi dan mengolahnya agar berguna untuk kehidupan. Ia mengatakan, seseorang terkadang menyempitkan pemahaman terhadap literasi, bahwa aktivitas tersebut hanya sekadar membaca ataupun menulis saja.

"Jadi, bukan hanya sekadar jago mengeja atau bisa membaca, tapi kemampuan yang lebih dari itu dan ini harus terus menerus diusahakan," kata Najwa, saat menghadiri Festival Literasi Sekolah (FLS) 2019, dalam keterangan resmi yang diterima Republika, Senin (29/7).

Untuk menggiatkan literasi di kalangan generasi muda, Najwa mengatakan, salah satunya dengan meningkatkan minat baca melalui aktivitas mereka sehari-hari yakni melalui gawai. Dengan gawai, mereka dapat mengakses ribuan bahan bacaan melalui aplikasi, salah satunya melalui aplikasi ipusnas milik Perpustakaan Nasional.

Selain memanfaatkan gawai, Najwa berpendapat, akses untuk memperoleh bahan bacaan juga harus tersedia di seluruh pelosok Nusantara. Ia berharap, pemerintah daerah dapat mengalokasikan dana desa untuk penyediaan fasilitas pengembangan literasi.

Terkait dengan kegiatan FLS 2019, pendiri narasi.tv ini mengatakan, FLS merupakan wadah yang menarik dalam mengumpulkan anak muda dari seluruh Indonesia untuk saling kenal satu sama lain. Selain itu, kata Najwa, FLS juga mampu menautkan para siswa yang berada di barat dan timur serta memperkuat toleransi dan kolaborasi.

Najwa meminta agar pihak terkait terus mengembangkan minat membaca dan menulis generasi muda agar mereka dapat dan bisa menyebarkan minat tersebut di daerahnya masing-masing. Selain itu, ia juga mengingatkan, agar kaum milenial diberikan kepercayaan diri untuk menulis dan meyakini bahwa menulis itu penting.

"Untuk bisa menulis yang bagus itu perlu banyak membaca, dan seorang penulis yang baik dan pembaca yang tekun itu adalah investasi terbesar dalam kehidupan," kata dia.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA