Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Indef Paparkan Cara Aman Lakukan Pinjaman Online

Senin 29 Jul 2019 06:29 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Fintech Lending. Ilustrasi

Fintech Lending. Ilustrasi

Foto: Google
Fintech tidak terdaftar sebaiknya ditinggalkan karena berisiko bagi keamanan nasabah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Institute for Development if Economics Finance (Indef) Bhima Yudistira memaparkan bagaimana cara aman melakukan pinjaman online melalui financial technology atau fintech. Bhima mengatakan sebelum melakukan pinjaman pastikan fintech tersebut terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Baca Juga

"Bisa dicek di website OJK untuk daftar fintech yang resmi. Jika tidak terdaftar sebaiknya ditinggalkan karena berisiko bagi keamanan nasabah," kata Bhima kepada Republika.co.id pada Ahad (28/7). 

Selain itu, Bhima meminta saat mengunduh aplikasi fintech harus mempelajari syarat dan ketentuan yang berlaku. Termasuk juga mengenai  privasi data pribadi yang sudah diketahui fintech tersebut. 

"Jangan sampai kita dengan sengaja mengizinkan fintech untuk mengakses data-data pribadi," tutur Bhima. 

Selain itu, menurutnya masyarakat juga harus mempelajari soal kontrak pinjaman dan model bisnisnya. Bhima mengatakan nasabah harus berhati-hati dengan biaya terselubung termasuk denda keterlambatan.

"Seringkali denda lebih mahal dari bunga dan pokok pinjaman," tutur Bhima. 

Dia menjelaskan, masyarakat perlu membandingkan tingkat bunga yang diberikan antar-fintech. Bhima menegaskan jangan cepat tergiur dengan kecepatan proses pencairan kredit dan tenor pembiayaan fintech yang pendek.

Belum lama ini, beredar foto nasabah salah satu fintech di media sosial. Foto nasabah sengaja diiklankan oleh fintech tersebut karena telat membayar tagihan. Hal tersebut menjadi tindakan pelecehan bagi nasabah tersebut karena diiklankan rela menjual dirinya untuk melunasi tagihan. 

Kasus tersebut saat ini tengah ditangani kepolisian. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memastikan penagihan yang dilakukan dengan cara yang tidak sesuai bisa terkena sanksi hingga pencabutan izin legalitas fintech tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA