Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

PD Pasar Diminta Siapkan Pasokan Besek Pengganti Plastik

Selasa 30 Jul 2019 11:35 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Friska Yolanda

Besek bambu menjadi media untuk mengemas daging kurban

Besek bambu menjadi media untuk mengemas daging kurban

Foto: DSM bali
Harga besek relatif murah dan dapat didaur ulang serta ramah lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyerukan agar distribusi daging hewan kurban tak menggunakan kantong plastik sekali pakai apalagi yang berwarna hitam. Sebagai gantinya, masyarakat dapat menggunakan wadah ramah lingkungan yang dapat didaur ulang seperti besek.

"Kami ajak untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai saat bagikan daging tapi gunakan material ramah lingkungan yang paling mudah adalah besek," ujar Anies di Masjid Islamic Center, Jakarta Utara, Selasa (30/7).

Bahkan, kata Anies, Pemprov DKI menugaskan PD Pasar Jaya mencari penyuplai besek dari berbagai wilayah di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan. Termasuk mengundang perajin besek untuk memenuhi kebutuhan besek dalam rangka pembagian hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha.

Sehingga, lanjut Anies, selain menjaga lingkungan, penggunaan besek juga memberikan manfaat bagi petani bambu dan perajin besek. Dengan demikian, ikut menggerakkan perekonomian rakyat kecil.

"Plastik sekali pakai yang hitam punya dampak lingkungan yang tak baik. Kami hari ini bisa berikan manfaat ke masyarakat. Bukan saja pada besarannya tapi manfaatnya. Kalo besek pasti pada pelaku ekonomi mikro kecil," jelas Anies.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni menambahkan, harga besek berkisar Rp 700 sampai Rp 1.000. Menurut dia, jika dilihat jangka panjang karena dapat didaur ulang dan digunakan kembali, harga besek relatif lebih murah.

"Kalau ditanya harga memang kemarin berkisar Rp 700 sampai Rp 1.000 kalau hitungan ini dilihat jangka panjang memang jauh lebih murah lainnya," kata Darjamuni.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA