Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Islamofobia di Negeri Mayoritas Islam, Lazimkah?

Senin 29 Jul 2019 19:56 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Ilustrasi Islamofobia

Ilustrasi Islamofobia

Foto: Foto : MgRol_93
Orang yang fobia dengan Islam beralasan karena keterkaitan Islam dan terorisme

Seperti kejadian baru-baru ini dimana bendera tauhid dikriminalisasi. Itu bisa dinilai bagian dari fobia terhadap simbol Islam. 

Karena sudah jelas bahwasannya bendera tauhid adalah warisan Rasulullah, bendera umat Islam. Hal itu pun juga disandarkan pada dalil hadist yang shahih. 

Tak hanya itu persekusi terhadap penyampai dakwah pun juga merupakan fobia Islam. Mereka yang berdakwah menyampaikan yang ma'ruf dengan cara yang lembut pun masih saja dipersekusi. Apa yang ditakutkan dari para pendakwah yang menyampaikan risalah Rasulullah? Bukankah mereka tidak menggunakan tindakan kekerasan dalam berdakwah?

Contoh lain di sekitar kita misalkan wanita berjilbab syar'i bahkan dianggap asing, apalagi mereka yang memakai cadar untuk menjaga dirinya terkadang malah ditakuti dan dinilai ekstrim.

Itulah sebagian gejala Islamofobia di Indonesia yang akhir-akhir ini semakin nampak bahkan dari kalangan muslim itu sendiri. Suatu ketidaklaziman bukan? Ketika Seorang Muslim takut pada simbol dan ajaran agamanya sendiri.

Sudah jelas bahwasannya Islam adalah agama yang damai. Islam mengajarkan bagaimana perilaku saling menghargai dan menghormati sesama manusia, berbeda agama pun selama orang kafir tidak memerangi maka muslim di perintahkan hidup damai dengan mereka. Lalu apa yang ditakutkan dari agama yang mulia ini?

Orang yang fobia dengan Islam beralasan karena keterkaitan Islam dan terorisme. Padahal terorisme itu sendiri sebenarnya bukanlah bagian dari Islam, terorisme bahkan sangat bertentangan dengan Islam. Terorisme adalah bagian strategi dalam menghancurkan Umat Islam. Jika umat Islam takut dan jauh pada ajarannya sendiri maka itu adalah keberhasilan mereka yang membenci Islam.

Umat Islam harus banyak belajar tentang agamanya sendiri, jika mengkaji Islam janganlah setengah-setengah dan ajarannya pun jangan dipilah-pilah karena ajaran Islam adalah ajaran yang komprehensif mengatur seluruh lini kehidupan manusia. Mulai dari hal kecil yang menyangkut kehidupun sehari-hari pun Islam punya aturan tersendiri bahkan sampai ranah sosial, ekonomi, dan bahkan politik. Sehingga umat Islam bangga akan simbol dan ajaran agama nya sendiri dan juga tidak mudah mencurigai saudara semuslimnya. 

Saatnya berbenah, belajar dan mengkaji Islam dengan benar. Maka kita akan tahu bahwa agama yang kita peluk ini adalah agama yang begitu mulia dan santun. Jangan sampai hanya karena nafsu duniawi membuat kita secara tidak langsung benci dan memusuhi agama kita sendiri. Berbanggalah dengan Identitasmu sebagai seorang Muslim.

Wallahu 'alam 

Pengirim: Yuli Saputri, Muslimah Wonogiri

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA