Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Australia Ratifikasi Perbatasan Laut dengan Timor Leste

Senin 29 Jul 2019 19:37 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kesepakatan perbatasan Australia dan Timor Leste akan didasarkan pada garis batas pertengahan wilayah laut kedua negara, bukan lagi berdasarkan garis batas dasar laut.

Kesepakatan perbatasan Australia dan Timor Leste akan didasarkan pada garis batas pertengahan wilayah laut kedua negara, bukan lagi berdasarkan garis batas dasar laut.

Foto: ABC
Sengketa perbatasan kedua negara menyebabkan penundaan pembangunan Greater Sunrise.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Australia mengesahkan undang-undang yang menetapkan perbatasan laut dengan Timor Leste, Senin (29/7). Dengan UU itu, Australia dan Timor Leste sekarang memiliki kerangka kerja guna memisahkan pendapatan dari ladang gas alam lepas pantai Greater Sunrise.

Kedua negara menandatangani pakta pada Maret 2018 untuk menyelesaikan sengketa yang telah berlangsung lama soal perbatasan Laut Timor. Sengketa antarkedua negara telah menyebabkan penundaan pembangunan Greater Sunrise, yang ditemukan pada 1974 dan disebut-sebut memiliki cadangan gas sebanyak 5,1 triliun kaki kubik.

"Dengan undang-undang untuk mengimplementasikan pakta tersebut pada hari ini, Australia kini siap bermitra dengan Timor Leste untuk bergabung mengembangkan bersama ladang gas Greater Sunrise guna memetik keuntungan bagi kedua negara. Greater Sunrise akan memberikan peluang baru pendapatan dan perdagangan serta pembangunan perindustrian di Timor Leste dan menjadi bagian penting bagi masa depan perekonomian Timor Leste," kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison dalam suatu pernyataan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Timor Leste mempunyai hak 70 persen pendapatan dari gas jika pipa gas disalurkan dengan pipa ke pulau negara tersebut tersebut. Sebanyak 80 persen bila gas disalurkan dengan pipa ke Australia untuk diolah.

Australia mencari garis batas dengan mengukur beting benua, sedangkan Timor Leste berpendapat garis batas harus terletak di pertengahan antara pulau tersebut dengan Australia, sehingga wilayah Greater Sunrise lebih banyak berada di bawah kendalinya. Menteri Luar Negeri Timor Leste sebelumnya mengatakan negaranya dapat meratifikasi pakta tersebut pada 30 Agustus, bertepatan dengan peringatan referendum. Referendum tersebut membuat negara kecil di Pasifik itu, yang merupakan salah satu negara termiskin di dunia, merdeka pada 1999.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA