Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

RSP IZI-YBM PLN Bantu Rawat Anak Terinfeksi Cukup Parah

Senin 29 Jul 2019 19:27 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Gita Amanda

Rafasya, anak usia 5 tahun yang dirawat di Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI-YBM PLN Sumatera Utara.

Rafasya, anak usia 5 tahun yang dirawat di Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI-YBM PLN Sumatera Utara.

Foto: Doc Inisiatif Zakat Indonesia (IZI)
Keluarga Rafasya sampai saat ini sangat bergantung dari belas kasih para tetangga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang anak berusia lima tahun, Rafasya, harus tinggal di Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI- Yayasan Baitul Maal Perusahaan Listrik Negara (YBM PLN) Sumatera Utara (Sumut) akibat sakit yang dideritanya. Kulit di bagian kaki kirinya melepuh akibat infeksi kulit beberapa bulan lalu, dan infeksinya cukup parah.

Hingga kini, warga asal Huta I Musimin, Desa Negeri Bayu, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara itu hanya terbaring di kasur. Rafasya juga kerap semakin tak kuasa menahan sakit, ketika kakinya tersentuh atau tak sengaja tersengol.

Jika ada ambulans menghampirinya, ia menangis, karena sudah mengetahui jika dia akan dibawa untuk kontrol. “Karena pas mau dipindahkan itu kan otomatis lukanya tersentuh. Belum lagi nanti ketika proses membuka perban yang melilit di kakinya, itu bisa menghabiskan waktu berjam-jam,” ujar Ibunda Rafasya, Heri Noviyanti, seperti dalam siaran pers, Senin (29/7).

Infeksi kulit yang dideritanya mengharuskan dokter melakukan operasi besar. Belum lagi ditambah operasi pencangkokkan kulit dan daging kaki dari kaki kanan untuk menutupi bagian kaki kirinya. Saat ini Rafasya harus terus melakukan kontrol dokter setiap tiga hari sekali.

Anak ke-2 dari empat bersaudara ini juga mengalami malnutrisi atau gizi buruk. Hal ini membuat fisik Rafasya semakin terlihat lemah dan tampak tak berdaya. Ayah Rafasya, Abdullah Tahansyah Margolang yang bekerja sebagai petani di ladang milik orang lain di Kabupaten Siantar, Simalungun, Sumatera Utara itu, harus rela berhenti bekerja untuk mendampingi Rafasya di RSP.

“Alhamdulillah, RSP ini juga berdekatan dengan Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan. Sehingga untuk kontrol tidak memakan waktu lama di perjalanannya,” ungkap Abdullah.

Keluarga Rafasya sampai saat ini sangat bergantung dari belas kasih para tetangga. Abdullah hanya bisa bersabar dan selalu berharap Rafasya segera sembuh agar dirinya segera bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Untunglah anak saya ini kuat, jadi saya semangat menjaganya. Di kampung, keluarga sudah makan tak makan. Saya sudah pinjam sana sini demi keluarga, apa boleh buat demi Rafasya,” kata Abdullah menutup pembicaraan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA