Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

1 Agustus, Kemenag Gelar Sidang Itsbat Terkait Idul Adha

Senin 29 Jul 2019 13:34 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Hasanul Rizqa

Idul Adha (ilustrasi)

Idul Adha (ilustrasi)

Foto: blogs.sacbee.com
Sidang isbat terkait Idul Adha ini akan dipimpin Dirjen Bimas Islam Kemenag

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat awal bulan Zulhijjah 1440 Hijriah. Sidang tersebut akan digelar pada Kamis, 1 Agustus 2019 atau 29 Zulqadah 1440 H.

Sidang ini akan dipimpin oleh Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin. Sebab, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin saat itu akan bertugas sebagai Amirul Hajj di Arab Saudi.

Baca Juga

Melalui mekanisme sidang isbat, Kemenag akan menetapkan tanggal hari raya Idul Adha pada 10 Zulhijjah 1440 H dalam kalender Masehi.

"Sidang isbat awal Zulhijjah akan dilaksanakan Kamis 1 Agustus 2019 di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama RI," kata Amin melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (29/7).

Sidang isbat ini akan dihadiri MUI, para duta besar negara sahabat, komisi VIII DPR, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Turut hadir, pihak-pihak dari Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kemenag dan Tim Hisab serta Rukyat Kemenag.

"Sidang isbat wujud kebersamaan Kemenag dengan ormas Islam dan instansi terkait dalam menetapkan awal bulan Qamariyah, terutama Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah," ujarnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Agus Salim menambahkan, penentuan awal Zulhijjah 1440 H menunggu hasil Rukyatul Hilal di seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan Kanwil Kemenag dan Kemenag kabupaten/kota. Mereka bekerjasama dengan peradilan agama dan ormas Islam serta instansi lain setempat.

"Hasil rukyatul hilal di seluruh Indonesia dan data hisab posisi hilal awal Zulhijjah 1440 H akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Zulhijjah 1440 H dan Idul Adha," jelasnya.

Rukyatul hilal akan dilakukan di 90 titik lokasi yang tersebar di seluruh provinsi se-Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA