Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

IKA UMM Gelar Reuni Ruang Rindu

Ahad 28 Jul 2019 20:49 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Mendikbud Muhadjir Effendy (kanan) dan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan (kiri) saat menghadiri reuni Ikatan Alumni UMM yang mengangkat tema Ruang Rindu, Sabtu (27/7).

Mendikbud Muhadjir Effendy (kanan) dan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan (kiri) saat menghadiri reuni Ikatan Alumni UMM yang mengangkat tema Ruang Rindu, Sabtu (27/7).

Foto: UMM
Reuni ini merupakan salah satu agenda dalam rangka merajut kembali ikatan silaturahim

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (IKA UMM) menghelat reuni yang mengangkat tema Ruang Rindu, Sabtu (27/7) lalu. Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Profesor Muhajir Effendy, Bupati Pasuruan M Irsyad Yusuf yang juga ketua umum IKA UMM, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah serta Rektor UMM, Fauzan.

Baca Juga

Ketua Umum IKA UMM, Irsyad Yusuf mengatanan, reuni ini merupakan salah satu agenda dalam rangka merajut kembali ikatan silaturahim yang lama tidak terjalin karena jarak dan waktu. Setelah diresmikan melalui surat keputusan Rektor UMM, Irsyad dengan sigap melaksanakan koordinasi untuk menggagas beberapa langkah strategis bersama jajarannya.

“Kami sudah canangkan ide-ide untuk mendukung kemajuan UMM ke depan,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Gus Irsyad ini pun lantas berharap ke depan masing-masing provinsi memiliki cabang-cabang IKA UMM. Hal ini untuk mengkoordinasi perluasan gerakan kebermanfaatan. Melalui skala yang besar, kebermanfaatan alumni UMM akan lebih terasa secara menyeluruh, terutama bagi kemajuan umat dan bangsa yang juga termaktub dalam visi dan misinya.

Bupati Kutai Kertanegara, Edi Damansyah juga menyampaikan rasa bangganya menjadi alumni UMM. Pada kesempatan tersebut pula, ia melakukan penandatangan nota kesepemahaman dengan UMM untuk bekerja sama mendirikan Pusat Pendidikan Vokasi di Kutai Kertanegara. Dia berharap, ini menjadi langkah awal untuk menyebarluaskan semangat dari Muhammadiyah untuk bangsa.

“Momen ini saat yang tepat untuk beraksi memberikan kebermanfaatan umat,” ujar Fauzan, Rektor UMM, melalui pesan resmi yang diterima Republika.co.id, Ahad (28/7). IKA UMM musti menjadi garda terdepan yang menginisiasi berbagai upaya memajukan almamater Jas Merah Kampus Putih.

Bagi Mendikbud Muhadjir, hadirnya IKA UMM dapat menjadi bagian strategis kampus untuk terus berkembang pesat. Di usia UMM yang ke-55 ini, Muhadjir berharap IKA UMM dapat terus menerus istiqomah memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.

Persebaran alumni UMM di seluruh Indonesia, lanjut Muhadjir yang merupakan Rektor UMM periode 2008-2016 ini, semestinya dimanfaatkan dengan baik. Terkhusus bagi mereka yang tengah menjabat di pemerintahan, pengusaha dan di berbagi sektor lainnya. Seperti yang berdiaspora di dunia politik seperti Irsyad Yusuf yang tengah menjabat sebagai Bupati Pasuruan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA