Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Rouhani: Kehadiran Pasukan Asing Jadi Sumber Ketegangan

Ahad 28 Jul 2019 20:33 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Nidia Zuraya

Kapal perang Inggris HMS Montrose mengawal kapal tanker Inggris di Selat Hormuz.

Kapal perang Inggris HMS Montrose mengawal kapal tanker Inggris di Selat Hormuz.

Foto: Reuters
Inggris mengajak negara Uni Eropa menggelar misi keamanan di Teluk Persia

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan kehadiran pasukan asing akan menjadi sumber utama ketegangan di kawasan Teluk. Hal ini ia katakan saat bertemu dengan menteri luar negeri Oman di Teheran.

"Kehadiran pasukan asing tidak hanya tidak membantu keamanan di kawasan, tapi juga akan menjadi faktor utama ketegangan," kata Rouhani, seperti dikutip situs kantor Kepresidenan Iran, Ahad (28/7).

Pekan lalu tiga diplomat senior Uni Eropa mengatakan Prancis, Italia dan Denmark mengisyarakatkan mendukung rencana Inggris menggelar misi keamanan maritim di Teluk Persia. Misi angkatan laut yang dipimpin Eropa ini untuk memastikan keamanan kapal-kapal yang berlayar melalui Selat Hormuz.

"Akar dari peristiwa yang tidak menyenangkan dan ketegangan di kawasan hari ini adalah penarikan diri Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JPCOA)," tambah Rouhani.

Inggris mengajukan koalisi angkatan laut itu setelah Iran menyita kapal tanker Inggris di Selat Hormuz. Dalam Rapat Parlemen, Selasa (23/7) pekan lalu Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt penyitaan yang dilakukan Iran sebagai 'tindakan perompakan yang dilakukan negara'.

Inggris bersitegang dengan Iran setelah Garda Revolusi Iran menyita kapal tanker berbendera Britania Raya pada Jumat (19/7) lalu. Menurut Iran kapal tanker itu bertabrakan dengan kapal nelayan.

Inggris yakin penyitaan itu sebagai tindak balasan karena Angkatan Laut Inggris menyita kapal tanker Iran yang menyalahi sanksi Uni Eropa ke Suriah di Gibraltar. Menurut Hunt harus ada koordinasi internasional untuk menanggapi penyitaan itu.

Seperlima jalur perdagangan minyak dunia melewati selat sempit antara Iran dan Oman. Hunt mengatakan Iran harus mengerti aksi mereka hanya akan membuat semakin banyak militer negara-negara Barat menjajakan kaki mereka di kawasan.

"Dengan berat hati kami kami mengumumkan peningkatan kehadiran internasional di Teluk, karena fokus diplomasi kami adalah menurunkan ketegangan dengan harapan perubahan semacam ini tidak perlu dilakukan," kata Hunt.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA