Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Alergi yang Kerap Muncul di Musim Hujan

Ahad 28 Jul 2019 06:26 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Hujan

Hujan

Foto: pexels
Di musim hujan tubuh rentan alergi karena kondisi basah terus menerus.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Berbagai macam penyakit mulai banyak muncul selama musim hujan, termasuk asma dan eksim. Faktor lain yang memperburuk alergi kulit adalah bekas garukan kulit bisa merusak epidermis yang kemudian menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan bakteri.

Cuaca ini juga menyebabkan kaki berkeringat dan sepatu yang basah dan lengket menimbulkan alergi. Bahan kimia seperti zat pengikat, lem, perekat, bahan perawatan di sepatu karet atau plastik yang bereaksi dengan air bisa menyebabkan dermatitis kontak. Seperti  dilansir dari Indian Express, Ahad (28/7) ada beberapa alergi yang kerap muncul di musim hujan.

Alergi pakaian dan sepatu
Sangat umum pakaian dan sepatu basah selama musim hujan, yang kemudian menjadi sarang alergi. Pakaian sintetis memiliki bahan kimia dan ketika mereka cenderung bergesekan dengan tubuh, itu akan menyebabkan alergi. Itulah sebabnya banyak orang mengeluh gatal di musim hujan.

Jas hujan, jaket, dan sarung tangan yang terbuat dari bahan sintetis juga dapat menyebabkan alergi jika bersentuhan dengan kulit. Alergi ini dapat menimbulkan infeksi jamur, terutama di lipatan tubuh, seperti di dalam siku atau bagian belakang lutut.

Jamur dan alergi
Jamur tumbuh subur di dekat  sumber makanan dan air. Mereka bisa tumbuh di dinding yang basah, rongsokan di rumah, dan karpet tebal.
Jamur, yang meningkat selama musim huja, diketahui menyebabkan berbagai masalah alergi pada musim hujan, seperti alergi kulit, rhinitis, dan asma.

Infeksi jamur
Kurap dan kaki atlet adalah infeksi jamur umum selama musim hujan. Alasan lain adanya peningkatan infeksi jamur yakni tingginya jumlah keringat selama musim hujan. Keringat tidak cepat kering karena kadar air di udara terlalu tinggi.

Kehadiran garam pada kulit mengiritasi kulit, dan pertumbuhan jamur sangat cepat di daerah tersebut dan dapat menyebabkana gatal, serta kemerahan.

Folikulitis
Ini adalah infeksi bakteri yang mempengaruhi folikel rambut. Karena seluruh tubuh ditutupi dengan rambut sebagai bentuk perlindungan bagi kulit.

Ketika keringat dan polutan bersentuhan dengan kulit, jerawat di dalam folikel rambut pecah. Folikulitis dapat muncul pada punggung bagian atas, lengan, paha, daerah dahi.

Dokter kulit kosmetik dan ahli bedah kulit menyarankan beberapa sederhana menjaga kulit tetap segar. Di antaranya, hindari makanan berminyak, pedas, dan berminyak, olahraga dengan baik, cuci muka setiap kali pulang dari luar, pisahkan handuk dan barang-barang, bersihkan dan keringkan kaki dengan baik jika terkena air hujan.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA