Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Budaya Membaca Sejak Dini Tangkal Pengaruh Buruk Gawai

Ahad 28 Jul 2019 00:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

Orang tua membacakan buku kepada anaknya di Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta, Selasa (10/4).

Orang tua membacakan buku kepada anaknya di Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta, Selasa (10/4).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Membacakan buku untuk anak penting untuk melekatkan emosi dengan orang tua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harris Iskandar mengajak para orang tua membudayakan kebiasaan membacakan pada anak sejak dini untuk melawan pengaruh buruk gawai.

"Gerakan Orang Tua Membacakan Buku bagi anaknya ini adalah praktik baik di kalangan keluarga. Karena praktik baik ini akan menumbuhkan anak pada cinta buku, akan memudahkan juga bagi kita dalam menumbuhkembangkan karakter baik melalui tokoh-tokoh dalam cerita," kata Dirjen Harris dalam pencanangan Gernas Baku di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, Sabtu (27/7).

Harris mengatakan membacakan buku untuk anak sangat penting untuk melekatkan hubungan emosi dengan orang tuanya. Dia menambahkan hal tersebut menjadi syarat utama bagi orang tua untuk menumbuhkembangkan hal lain pada anak seperti karakter dan lainnya.

Dia menekankan pentingnya kedua orang tua untuk melakukan pengasuhan anak. "Tidak boleh lepas, apalagi diserahkan kepada pengasuh diserahkan kepada orang lain, ini harus orang tuanya langsung, baik ibunya maupun bapaknya," kata dia.

Menurut Harris, masa tumbuh kembang anak hingga usia lima dan enam tahun jangan disia-siakan karena merupakan masa emas dalam membentuk karakter anak. Terlebih lagi, Harris mengingatkan pada orang tua untuk membatasi penggunaan gawai pada anak yang bisa berakibat buruk bagi tumbuh kembangnya.

Dia menyebutkan pengaruh gawai pada anak ini sudah mulai meluas bahkan sampai ke desa-desa. Orang tua, kata dia, lebih memilih memberikan anaknya gawai agar bisa tenang dan tidak rewel.

"Orang tua itu dengan senang hati memberikan gawai kepada anak karena memang jadinya tidak repot, tidak ribut, dan anteng dengan gawainya, padahal dampaknya sangat buruk," kata dia.

Harris menyebutkan anak dengan sendirinya akan lebih memilih membaca buku ketimbang bermain gawai apabila sejak kecil sudah ditanamkan kebiasaan membaca yang membuatnya senang pada buku.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA