Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Puan Puji Peran Budi Gunawan

Sabtu 27 Jul 2019 08:38 WIB

Red: Budi Raharjo

Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7)

Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7)

Foto: Republika/Sapto Andika Candra
Budi Gunawan sosok di balik pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani memberikan pujian untuk Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dalam perkembangan politik beberapa hari terakhir. Menurut Puan, Budi Gunawan memiliki peran sangat penting melalui 'kerja senyap' untuk menyatukan dua pihak yang saling berkubu-kubuan selama Pemilu 2019.

Puan menyebut, Budi Gunawan menjadi sosok di balik pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di MRT pada Sabtu (13/7) lalu. Selain itu, melalui kerja senyap Budi Gunawan, juga terjadi pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto di kediaman Megawati di Teuku Umar, Rabu (24/7) kemarin.

"Pak Budi Gunawan sebagai kepala BIN punya peran tersendiri, kerja senyap," tutur Puan menanggapi keberadaan kepala BIN dalam dua pertemuan penting tokoh politik Indonesia di Semarang, Jumat (26/7).

Putri Presiden ke-5 RI tersebut menambahkan, Budi Gunawan sebagai sosok pemersatu. Puan yang juga menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini menilai peran Budi Gunawan tersebut dapat dilihat nanti ke depan. Menurut dia, jika ada orang yang bisa menjadi sosok pemersatu, akan sangat baik bagi bangsa Indonesia.

Pada pertemuan antara Megawati dan Prabowo, Budi Gunawan memang terlihat ikut mendampingi Mega bersama Puan dan Prananda Prabowo. Sementara, Prabowo didampingi Ahmad Muzani dan Eddy Prabowo. Budi Gunawan juga terlihat dalam pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT. Kehadiran Budi Gunawan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Alhabsyi menyebut aktor sesungguhnya pertemuan Megawati-Prabowo adalah Budi Gunawan. Ia juga mengapresiasi peran Budi Gunawan dalam pertemuan Jokowi-Prabowo. Sebab, sebelumnya istana kepresidenan terlihat kesulitan mempertemukan Jokowi-Prabowo.

"Saya memberikan apresiasi kepada Pak Budi Gunawan dapat menyiapkan pertemuan itu dengan indah, cantik, dan selesai. Sangat jarang, orang seperti Pak Budi Gunawan yang dapat mempertemukan dua tokoh yang berbeda pandangan," kata Aboebakar Alhabsyi.

Menurut Aboebakar, langkah yang dilakukan Budi Gunawan bertujuan mempersatukan dua tokoh sentral di negeri ini guna mendinginkan temperatur politik nasional yang memanas selama Pemilu 2019. "Dengan adanya pertemuan Pak Prabowo dan Ibu Megawati, sebelumnya pertemuan Pak Prabowo dan Pak Jokowi, dapat menurunkan temperatur politik nasional yang menjadikan masyarakat lebih kondusif," katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyouno berharap pertemuan Prabowo-Megawati bermanfaat, tak hanya sekadar bertukar sapa atau kabar. "Bertemu sesama pemimpin parpol atau bertemu dengan presiden terpilih dalam pilpres sebuah hal yang lumrah, apalagi sama-sama warga negara Indonesia yang punya kedudukan dan aktivitas dalam kancah politik Indonesia. Pertemuan kalau cuma cipika-cipiki saja, ya sama saja tidak ada gunanya," ujarnya.

Menurut dia, para elite yang bertemu setelah pesta demokrasi biasanya tidak menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Namun, dia berharap pertemuan Mega dan Prabowo bisa berbeda dan menghasilkan manfaat bagi rakyat.

"Sebab, dari sejak dulu elite ketemu pra dan pascapemilu tidak yang konkret dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Indonesia. Korupsi makin subur, kemiskinan makin maju, dan nasib buruh tidak makin sejahtera, pengangguran tinggi, petani makin enggan tanam padi karena impor asing makin mendominasi," kata Arief. N antara ed: agus raharjo

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA