Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Menhub Ingin Pergerakan Pesawat di Ngurah Rai Meningkat

Jumat 26 Jul 2019 15:13 WIB

Red: Friska Yolanda

Penumpang menaiki pesawat udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (9/7/2019).

Penumpang menaiki pesawat udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (9/7/2019).

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Saat ini pergerakan pesawat di Ngurah Rai tercatat 30 penerbangan per jam.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ingin pergerakan pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, ditingkatkan. Saat ini, pergerakan pesawat di bandara tersebut sekitar 30 pergerakan. Ia berharap ini bisa ditingkatkan menjadi 32 pergerakan per jam.

Baca Juga

"Saya tadi sudah menginstruksikan kepada Gubernur Bali, teman-teman di Angkasa Pura 1 dan Otoritas Bandara Bali untuk membuat Bandara Ngurah Rai lebih produktif," ujar Budi Karya Sumadi di Denpasar, Bali, Jumat (26/7).

Dia menjelaskan, cara membuat bandara tersebut lebih produktif yakni pertama meningkatkan movement atau pergerakan, di mana dari 30 pergerakan bisa ditingkatkan menjadi 32 pergerakan dalam satu jam. Saat ini total notice of airport capacity di Bandara Ngurah Rai Bali tercatat 30 penerbangan per jam, terdiri dari 29 penerbangan terjadwal dan satu penerbangan tidak terjadwal.

Cara kedua, yakni membuat klaster di mana penerbangan dari luar Bali tidak semuanya langsung masuk ke Bali. Selain itu golden time penerbangan diutamakan untuk penerbangan-penerbangan internasional, dan pesawat-pesawat yang relatif kecil seperti ATR dibatasi ke Bandara Ngurah Rai.

"Saya teliti apa saja yang harus include, oleh karenanya saya minta suatu inisiatif memberikan prioritas bagi penerbangan ke luar negeri, khususnya turis dari berbagai negara. Dari apa yang kami catat. Itu ada sembilan penerbangan yang ingin masuk ke Bali ini, antara lain dari Jepang, Bangladesh, Kamboja, dan banyak sekali," kata Budi.

Menurut Budi, kalau ada sembilan penerbangan internasional tambahan yang akan masuk ke Bali dan rata-rata ada 200 sampai dengan 300 penumpang maka paling tidak ada 2.000 penumpang tambahan setiap hari.

Tahun 2018, wisatawan mancanegara yang datang ke Bali sebanyak 7 juta orang. Dengan adanya 9 penerbangan internasional tambahan yang akan masuk ke Bali itu, maka kemungkinan akan terjadi peningkatan 30 persen sehingga kunjungan wisatawan asing diperkirakan akan bertambah sekitar 9 juta wisatawan.

"Maka dari itu saya akan memantau secara khusus kesiapan di Ngurah Rai untuk menambah kapasitas. Pada awal 2020 itu sudah terjadi," kata Budi Karya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA