Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Pegadaian Siap IPO pada 2020

Jumat 26 Jul 2019 13:42 WIB

Rep: Teguh Firmansyah/ Red: Dwi Murdaningsih

Dirut Utama Pegadaian Kuswiyoto saat memberikan materi di Workshop Media Nasional, PT Pegadaian (Persero) di Yogyakarta, Jumat (26/7).

Dirut Utama Pegadaian Kuswiyoto saat memberikan materi di Workshop Media Nasional, PT Pegadaian (Persero) di Yogyakarta, Jumat (26/7).

Foto: Republika/Teguh Firmansyah
Kepastian IPO masih menunggu izin dari pemerintah selaku pemegang saham.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengakui banyak investor yang saat ini menunggu kapan PT Pegadaian bisa Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana. Pegadaian menargetkan pada 2020 sudah bisa melantai di bursa.

"Kita sudah punya rencana IPO ini sejak lima tahun," ujar Kuswiyoto dalam kegiatan Workshop Media Pegadaian di Yogyakarta, Jumat (26/7).

Kuswiyoto mengaku saat ini belum ada izin tertulis dari pemegang saham soal rencana IPO ini dari Kementerian BUMN. Namun jika melihat kondisi yang aman dan bagus pascapilpres, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk IPO.

"Kita sudah meng-higher konsultan untuk melihat apa keuntungan dan kerugian dari IPO ini," ujarnya.

Dari kajian yang telah dilakukan, semua menyambut positif. Karena dari semua sisi,  Pegadaian tidak mempunyai masalah. Dari sisi non performing loan (NPL) hanya 1,57 persen. Jauh di bawah dari industri keuangan pada umumnya yang mencapai 3 persen. Kemudian dari return of asset yang mencapai 5,26 persen dan tingkat keefisienan   68,30 persen.

Ia menegaskan, keinginan Pegadaian untuk IPO bukan semata-mata karena uang. Kondisi keuangan Pegadaian sangat baik. Laba bersih Pegadaian ditargetkan sebesar Rp 3 triliun pada tahun ini.

Menurut Kuswiyoto, salah satu alasan mengapa pegadaian ingin IPO adalah melihat dari sisi pengelolaan. Dengan IPO, pengelolaan perusahaan akan lebih transparan dan terbuka.  "Karena semua kan terbuka ke publik, kita melihatnya dari sisi tata kelola," ujarnya.

Hingga Juni 2019, tercatat jumlah nasabah pegadaian mencapai 12,1 juta dengan laba bersih mencapai Rp1,5 triliun. Adapun total aset sudah mencapai Rp 56,1 triliun.

Menurut Kuswiyoto, pegadaian akan terus berinovasi untuk mengerek pendapatan. Uang hasil IPO, kata Kuswiyoto bisa dibuat untuk dana pengembangan usaha.

Saat ini Pegadaian memperluas usahanya tidak hanya dari gadai, tapi juga dari bisnis kafe maupun penginapan. Kendati begitu Pegadaian tidak akan pernah meninggalkan core businessnya di sektor gadai.

"Kita tak ingin meninggalkan core bisnis utama kita di gadai. Gadai masih sangat dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA