Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Jonan Resmikan 16 Proyek Kelistrikan Di NTB dan NTT

Kamis 25 Jul 2019 22:31 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Jonan menargetkan rasio elektrifikasi di NTB meningkat menjadi 99 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, SUMBAWA -- Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan 16 proyek kelistrikan yang tersebar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (25/7).

Proyek kelistrikan yang diresmikan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bima 50 Megawatt (MW), PLTMG Sumbawa 50 MW, PLTMG Maumere 40 MW di Provinsi NTB dan  Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sita–Borong 2x500 kW serta PLTS Maumere–Ropa–Ende 2x1 MWp di Provinsi NTT.

Di samping pembangkit listrik, diresmikan juga proyek-proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi  (SUTT) serta Gardu Induk (GI) 70 kV dan 150 kV di Provinsi NTB. Peresmian kali ini dipusatkan di lokasi PLTMG Sumbawa, di Desa Labuan Badas, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB.

Jonan mengatakan, saat ini rasio elektrifikasi di NTB sekitar 97,9 persen dan Jonan menargetkan akhir tahun ini meningkat menjadi 99 persen. Untuk itu peran serta semua pihak sangat membantu untuk merealisasikan hal tersebut.

"Mengenai rasio elektrifikasi, sampai Juni di NTB kira-kira 97,9 persen. Jadi begini, sampai Desember 2019 akan menjadi 99 persen.  Jadi tolong dibantu supaya semua saudara-saudara kita bisa menikmati listrik. Masa sudah 74 tahun merdeka ada yang belum menikmati listrik," ujar Jonan.

Sementara untuk pembangunan SUTT dan GI, Jonan mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur pendukung ini bertujuan agar layanan listrik lebih konsisten. Selain pembangunan infrastruktur kelistrikan, Jonan kembali mengingatkan bahwa secara nasional saat ini sekitar 500 ribu rumah tangga tidak mampu masih belum menikmati penerangan karena tidak mampu membayar biaya sambung listrik.

Untuk itu Jonan mengungkapkan, Kementerian ESDM akan memberikan bantuan penyambungan listrik gratis bagi dua ribu rumah tangga tidak mampu di NTB dan NTT. Pemerintah daerah juga diminta menyisihkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penyambungan listrik gratis ini.

"Ada rumah saudara-Saudara kita yang belum mampu bayar biaya sambung listrik, itu bagaimana? Saya mengimbau Bapak Gubernur, Bapak Bupati untuk bisa bantu. Tadi disampaikan ada 34 ribu rumah di NTB yang belum berlistrik. Untuk NTB dari kementerian ESDM sumbang seribu, untuk NTT kita sumbang seribu juga. Saya juga meminta partisipasi dari APBD untuk sambung listrik gratis. Ini jadi tantangan sosial yang besar kalau dibiarkan saja," jata Jonan.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah berharap dengan diresmikannya infrastruktur kelistrikan ini, sistem kelistrikan yang ada di wilayahnya semakin andal. "Mudah-mudahan dengan diresmikan proyek infrastruktur kelistrikan ini tidak ada lagi persoalan listrik di NTB dan di pulau sumbawa," kata Zulkieflimansyah.

Dalam peresmian ini, Menteri ESDM didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana dan Plt Direktur Utama PT PLN (Persero) Djoko Raharjo Abumanan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA