Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

PKS Puji Kepiawaian Budi Gunawan Soal Pertemuan Mega-Prabowo

Kamis 25 Jul 2019 19:01 WIB

Red: Ratna Puspita

Aboebakar Alhabsyi

Aboebakar Alhabsyi

Foto: dok
Aboebakar mengatakan Budi Gunawan juga berperan mempertemukan Prabowo dan Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Alhabsyi menyebut aktor di balik pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto adalah Kepala BIN Budi Gunawan. Ia pun memuji Budi Gunawan yang dapat mempertemukan dua tokoh yang berbeda pilihan.

Baca Juga

"Saya memberikan apresiasi kepada Pak Budi Gunawan dapat menyiapkan pertemuan itu dengan indah, cantik, dan selesai. Sangat jarang, orang seperti Pak Budi Gunawan yang dapat mempertemukan dua tokoh yang berbeda pandangan," kata Aboebakar Alhabsyi pada diskusi "Dialektika Demokrasi: Gerindra Gabung Ancaman Koalisi?" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (25/7).

Menurut Aboebakar yang akrab disapa Habib, langkah yang dilakukan Budi Gunawan ini bertujuan mulia yakni untuk mempersatukan dua tokoh sentral di negeri ini guna mendinginkan temperatur politik nasional yang memanas pada pemilu 2019. "Dengan adanya pertemuan Pak Prabowo dan Ibu Megawati, sebelumnya pertemuan Pak Prabowo dan Pak Jokowi, dapat menurunkan temperatur politik nasional yang menjadikan masyarakat lebih kondusif," katanya.

photo
Komisaris Jenderal Budi Gunawan (Republika/Wihdan Hidayat)

Aboebakar juga menyebut nama Budi Gunawan sebagai aktor di balik pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta yang dilanjutkan dengan makan siang di sebuah restoran di FX Sudirman Jakarta, pada 13 Juli lalu.

"Dari pertemuan antara Ibu Megawati dan Pak Prabowo, bagi saya yang menarik adalah siapa aktor di balik pertemuan itu. Pertemuan yang disiapkan dengan baik, cantik, dan selesai. Itulah kelebihan Pak Budi Gunawan," katanya.

Namun, anggota Komisi III DPR RI ini, menilai bahwa saat ini tidak ada makan siang gratis. "Dari figur-figur yang diajak dalam pertemuan itu, berarti ada teka-teki silangnya. Siapa, akan mengisi di mana. Banyak simbol-simbol seperti politik nasi goreng," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA