Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Polisi Masih Buru Tiga Orang dalam Kasus Nunung

Kamis 25 Jul 2019 17:04 WIB

Red: Bayu Hermawan

Polisi menggiring tersangka E (kedua kanan) dan IP (kedua kiri) seusai rilis pengembangan kasus narkoba yang menjerat komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Polisi menggiring tersangka E (kedua kanan) dan IP (kedua kiri) seusai rilis pengembangan kasus narkoba yang menjerat komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Tiga orang yang telah masuk dalam DPO mempunyai peran berbeda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya masih memburu tiga orang terkait kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung. Tiga orang yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) itu mempunyai peran berbeda.

"Hasil dari pengembangan kasus ini, didapatkan tiga tersangka baru yakni K, ZUL dan AT yang dicurigai satu jaringan dengan berbagai peran," kata Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/7).

Calvijn menjelaskan K berperan sebagai kurir E untuk memberikan sabu pada Hadi Moheriyanto (TB) yang langsung berhubungan dengan Nunung. Selanjutnya AT yang bertugas menerima dan melakukan transfer hasil penjualan barang haram tersebut pada ZUL. Adapun ZUL memiliki peran penyedia sabu yang dipesan E, setelah E sebelumnya berkoordinasi dengan IP di dalam Lapas Kelas II A Bogor.

"Barang yang dipesan E dan IP pada ZUL itu kemudian diberikan pada TB dengan cara tempel di tiang listrik setelah transaksi uang dilakukan dengan AT," jelas Calvijn.

Lebih lanjut, Calvijn menerangkan bahwa ZUL telah menyuplai barang haram tersebut pada E dan IP sebanyak tiga kali dalam tiga bulan dengan jumlah ratusan gram. "Terakhir diserahkan pada bulan Juli ini sebanyak 500 gram. Bulan sebelumnya 300 gram dan bulan sebelumnya lagi sebanyak 200 gram dengan harga Rp900 ribu," ujar.

Diketahui, Nunung membeli barang haram tersebut seharga Rp1,3 juta per gram dari tersangka TB yang mendapatkan barang dari E. Kini tersangka E dan IP sudah ditangkap oleh Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. E ditangkap pada Minggu (21/7) dan IP beberapa hari kemudian di lokasi yang sama yakni Lapas Kelas II A Bogor.

Keduanya menyusul tiga tersangka sebelumnya yakni Nunung dan suaminya July Jan Sambiran serta pemasok berperan sebagai kurir Hadi Moheriyanto (HM alias TB) yang telah ditangkap pekan lalu. Nunung ditangkap oleh Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada Jumat (19/7) lalu bersama suaminya July Jan Sambiran di kediamannya di Jalan Tebet Timur III setelah melakukan transaksi dengan seorang pemasok narkotika Hadi Moheriyanto yang ditangkap di lokasi yang sama.

Dari kediaman Nunung dan suaminya, polisi mengamankan barang bukti berupa satu klip sabu seberat 0,36 gram, dua klip kecil bekas bungkus sabu yang telah digunakan, dan tiga sedotan plastik. Polisi juga mengambil barang bukti berupa satu sedotan plastik sendok sabu, satu bong, korek api gas, dan empat ponsel.

Saat ini, Nunung, July Jan Sambiran dan Hadi Moheriyanto tengah menjalani penahanan untuk 20 hari di Ruang Tahanan (Rutan) Narkoba Polda Metro Jaya sejak Senin (22/7). Ketiganya dijerat Pasal 114 ayat 2 sub pasal 122 ayat 2 juncto 132 ayat 1 juncto pasal127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA