Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Yuk, Saksikan Hologram Sejarah Jakarta di Monas Week

Rabu 24 Jul 2019 05:41 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Pameran Hologram akan digelar di Museum Sejarah Nasional pada 23-31 Juli 2019.

Pameran Hologram akan digelar di Museum Sejarah Nasional pada 23-31 Juli 2019.

Foto: Adysha Citra R/Republika
Pameran hologram akan digelar setiap hari kecuali Senin di Monas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini, kecanggihan teknologi holografi dalam menghasilkan hologram mungkin lebih sering dipertontonkan melalui film-film fiksi ilmiah semata. Bila ada kesempatan untuk menyaksikan hologram secara langsung, apakah Anda berminat?

Warga Jakarta dan wisatawan kini bisa menyaksikan kecangihan teknologi holografi melalui pameran hologram yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pameran hologram ini digelar sebagai bagian dari pekan pameran seni dan budaya Monas Week.

Pameran unik ini akan menampilkan satu instalasi hologram berukuran 6x4 meter di dalam Museum Sejarah Nasional, Monumen Nasional (Monas). Instalasi ini akan menampilkan ilusi hologram yang berkisah mengenai sejarah Jakarta dari masa ke masa selama 25 menit.

Adi mengatakan ilusi hologram sedikit berbeda dengan hologram murni. Secara umum, hologram maupun ilusi hologram dihasilkan melalui teknik holografi yang sama. Hanya saja, tampilan hologram murni dapat dilihat langsung di udara sedangkan ilusi hologram membutuhkan bantuan layar holo. Layar holo ini berfungsi untuk menangkap proyeksi-proyeksi cahaya sehingga dapat menampilkan gambar atau ilusi hologram.

"Lingkungan terbuka seperti ini belum memadai untuk menciptakan hologram 100 persen, jadi kita baru bisa menciptakan ilusi hologram," lanjut Adi saat ditemui di Monas, Jakarta.

Pemanfaatan teknologi diyakini Adi akan membuat penyampaian kisah dan nilai-nilai sejarah menjadi lebih menyenangkan. Penyampaian sejarah yang kekinian melalui ilusi hologram juga tentu dapat lebih mudah menarik minat generasi muda untuk mempelajari sejarah.

"Ada banyak hal inspiratif yang dapat digali dari sejarah, karena itu (penyampaian) sejarah tidak boleh terjebak dengan cara lama," jelas Adi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Edy Junaedi berharap pameran hologram ini dapat semakin mendongkrak jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang berkunjung ke Monas. Edy mengungkapkan bahwa per Juni 2019, tercatat ada sekitar 1.500.000 wisatawan domestik dan sekitar 10 ribu wisatawan mancanegara yang datang berkunjung ke Monas.

"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan Monas Week ke depan, akan lebih meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan," tutur Edy.

Monas Week akan diselenggarakan di dalam Museum Sejarah Nasional dan di kawasan Monas selama 23-31 Juli 2019. Selama kurun waktu tersebut, pameran hologram akan digelar setiap hari di dalam Museum Sejarah Nasional kecuali pada Senin.

Dalam satu hari, akan ada enam jadwal pertunjukan pameran hologram. Pertunjukan 1 pada pukul 11.00-11.25 WIB, pertunjukan 2 pada pukul 13.00-13.25 WIB, pertunjukan 3 pada pukul 15.00-15.25 WIB, pertunjukan 4 pada pukul 16.00-16.25 WIB, pertunjukan 5 pada pukul 17.00-17.25 WIB, dan pertunjukan 6 pada pukul 19.00-19.25 WIB.

 
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA