Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tesla Ikut Bangun Pabrik Baterai Litium di Morowali

Selasa 23 Jul 2019 16:38 WIB

Red: Indira Rezkisari

Tesla

Tesla

Foto: EPA
1 miliar dolar sudah masuk untuk peletakan batu pertama pabrik baterai litium.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, ikut dalam pembangunan pabrik bahan baku baterai lithium di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Nilai investasi Tesla sebesar 4 miliar dolar AS.

Baca Juga

"Yang di Morowali itu yang masuk CATL (Contemporary Amperex Technologyy), kemudian dia dengan LG, itu yang paling main. Tesla juga gabung dengan situ, tapi berapa banyak saya tidak tahu," kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di lingkungan Istana Kepresidnenan Jakarta, Selasa (23/7).

Sebelumnya Luhut mengatakan bahwa kunjungan kerjanya ke Cina pada awal Juli 2019 membuahkan komitmen investasi baterai lithium di Morowali. Nilai investasinya sebesar 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 55,7 triliun.

"Saya belum tahu perannya Tesla karena konsorsium mereka yang mengatur," ungkap Luhut.

Luhut menyatakan bahwa peletakan batu pertama pabrik baterai lihtium tersebut sudah dilakukan di Morowali dengan penanaman modal asing yang sudah masuk sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 13,9 triliun. "Pasti akan masuklah ramai-ramai karena teknologi CATL ini kan sekarang paling maju, karena mereka sudah, apa istilahnya, level 8 apa begitu, yang lain baru mau masuk mereka sudah sampai karena penelitian mereka," kata Luhut.

Pabrik sejenis, menurut Luhut, sedang dinegosiasikan untuk bisa dibangun di daerah Karawang dan Bekasi.

"Tapi, kita lagi runding bisa tidak bikin industri litium baterainya itu di daerah Karawang, Bekasi, Purwakarta. Karena tadi mobilnya Hyundai akan kita buat di daerah Karawang, Bekasi, Purwakarta, supaya lebih cepat. Pikiran praktis saja tapi kita coba nanti kalau mereka mau," ujar Luhut.

Target pabrik di Morowali tersebut dapat selesai dalam tiga tahun. "Mungkin (selesai) tiga tahun ke depan lah ya. Baterai saya kira tiga tahun ke depan sudah jadi tuh, mungkin lebih cepat. Menurut saya, harus terbesar karena kita semuanya dan biaya kita lebih murah karena ujung-ujungnya pada biaya," kata Luhut.

Luhut pun meminta agar sentimen negatif di Morowali dihilangkan. Alasannya konsorsium investor pendiiri pabrik baterai lithium di Morowali adalah LG, CATL, Volkswagen, Tesla, hingga Mercedes

"Jadi, jangan dikira sekarang Morowali itu Cina-Cina saja. Tidak ada urusan Cina itu sekarang, urusan sudah konsorsium. Kalau pikiran saya, saya akan dorong mereka seperti Grab. Grab sudah saya bilang kalian harus pindah markas ke Indonesia," ungkap Luhut.

Terkait penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Kendaraan Bermotor Listrik, Luhut juga mengaku bahwa perpres tersebut akan segera ditandatangani Presiden Joko Widodo.

"Tadi sudah selesai Perpresnya mungkin hari-hari ke depan ini Presiden tanda tangan, dari kami sudah selesai paraf, Bu Sri Mulyani juga sudah, kemarin saya teleponan dengan Bu Sri Mulyani (dia) mengatakan saya sudah paraf Pak Luhut, sudah selesai kantor Presiden," ujar Luhut.

Dalam perpres tersebut, pelaku industri mobil listrik bisa mendapatkan beberapa insentif seperti penghapusan atau pengurangan sebagian dari pajak penghasilan (PPh), atau disebut tax holiday dan fasilitas pengurangan penghasilan kena pajak (PKP). Bahkan, pemerintah juga bisa membebaskan bea masuk terkait kebutuhan yang diperlukan industri otomotif.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA