Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Luhut: Pabrik Baterai tak Hanya Dibangun Cina

Selasa 23 Jul 2019 15:11 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Pembangunan pabrik litium di Morowali akan dikerjakan konsorsium perusahaan dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pembahasan rencana pembangunan pabrik baterai litium di Morowali, Sulawesi Tengah, terus berjalan. Pabrik yang akan dibangun di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ini akan menjadi yang terbesar di Indonesia, sekaligus memasok kebutuhan baterai litium untuk mobil listrik. Investasi senilai 5 miliar dolar AS untuk pabrik litium ini sejalan pula dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang mobil listrik yang akan segera terbit. 

Luhut menjelaskan, pembangunan pabrik litium di Morowali akan dikerjakan oleh konsorsium perusahaan-perusahaan raksasa dunia. Nama-nama besar yang sudah berkiprah di industri otomotif akan ikut masuk, antara Mercedes-Benz, Volkswagen, hingga Tesla yang dimiliki miliarder AS, Elon Musk. Selain itu, konsorsium juga akan diramaikan oleh produsen baterai asal Cina, Contemporary Amperex Technology Co Ltd atau CATL, dan perusahaan elektronik Korea Selatan, LG.  

Baca Juga

"Jadi jangan dikira sekarang Morowali itu Cina-Cina saja. Nggak ada urusan Cina itu sekarang, urusannya sudah konsorsium," jelas Luhut di Istana Negara, Selasa (23/7). 

Nantinya, imbuh Luhut, produksi baterai litium di Morowali akan menggunakan bahan baku lokal. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, baterai litium yang diproduksi nanti akan diekspor ke pasar dunia, termasuk untuk memasok kebutuhan Tesla yang memang dikenal produsen mobil listrik. 

Pemerintah, ujar Luhut, juga sedang berunding dengan konsorsium agar pabrik baterai litium juga dibangun di Karawang, Bekasi, atau Purwakarta di Jawa Barat. Alasannya, saat ini pabrikan mobil asal Korea Selatan, Hyundai, sedang merampungkan pabriknya di Karawang. Pembangunan pabrik baterai litium yang dekat dengan industri milik Hyundai diharapkan bisa mempermudah distribusi bahan baku mobil listrik. 

"Karena tadi mobilnya Hyundai akan kita buat di daerah Karawang, Bekasi, Purwakarta, supaya lebih cepat. Pikiran praktis aja. Tapi kita coba nanti kalau mereka mau," katanya. 

Pembangunan pabrik baterai litium ditargetkan akan rampung dalam tiga tahun ke depan. Terbitnya Perpres Mobil Listrik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum akhir Juli 2019 ini juga diharapkan bisa mempercepat industrialisasi beterai litium.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA