Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Kemendikbud Perkenalkan Rumah Belajar ke Negara ASEAN

Selasa 23 Jul 2019 13:33 WIB

Red: Esthi Maharani

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi

Foto: Humas Dikbud
Kemendikbud akan membuat konten-konten pembelajaran untuk versi Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, SELANGOR - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperkenalkan platform digital Rumah Belajar pada sidang konferensi Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Council di Selangor, Malaysia, Selasa (23/7).

"Dengan Rumah Belajar bisa mengakses konten-konten pembelajaran. Juga bisa menjadi ajang saling berbagi konten pembelajaran dengan negara lain," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Didik Suhardi.

Sidang SEAMEO Council dihadiri para menteri dan pejabat tinggi kementerian pendidikan dari sejumlah negara anggota. Kemendikbud akan membuat konten-konten pembelajaran untuk versi Inggris.

Dengan Rumah Belajar, siapapun bisa belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Rumah Belajar dapat diakses melalui aplikasi maupun situs. Dalam aplikasi tersebut terdapat setidaknya 40.000 materi pembelajaran baik berupa video, presentasi, audio, hingga bank soal.

Di Indonesia sendiri, Rumah Belajar sudah diakses sebanyak 24,6 juta pengguna. Pihaknya menargetkan bisa meningkatkan jumlah pengunjung hingga 50 juta pengunjung dalam waktu dekat. Didik berharap dengan Rumah Belajar versi Inggris maka semakin banyak anak-anak yang mengakses Rumah Belajar terutama dari negara-negara anggota ASEAN.

Konferensi SEAMEO Council ke-50 diselenggarakan di Selangor, Malaysia, 22 hingga 25 Juli. SEAMEO merupakan organisasi menteri pendidikan Asia Tenggara. SEAMEO telah beranggotakan 10 negara anggota ASEAN dan Timor Leste. Sedangkan SEAMEO Council merupakan badan pembuat kebijakan SEAMEO yang bersifat mengikat bagi anggotanya termasuk program dan anggaran organisasi harus mendapat persetujuan Council.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA