Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Diskon Tiket Diperluas, Maskapai Kembali Tuntut Insentif

Selasa 23 Jul 2019 13:23 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Tiket pesawat

Tiket pesawat

Foto: Republika
Pemberian diskon tiket pesawat akan ditambah dengan diskon dari hotel/wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah masih mempertimbangkan insentif fiskal yang bakal diberikan kepada maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier (LCC) terkait tambahan hari untuk penerapan diskon 50 persen tarif tiket pesawat. Per Rabu (24/7), penerapan diskon 50 persen dari tarif batas atas (TBA) masih diterapkan pada Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat. Sedangkan pemerintah menyampaikan keinginannya agar penerapa diskon tiket bisa diterapkan setiap hari, Senin hingga Ahad. 

Namun, ide menerapkan diskon tiket setiap hari membuat maskapai menuntut insentif fiskal lebih banyak kepada pemerintah. Salah satu insentif yang diajukan maskapai adalah pembangunan bengkel pesawat di Indonesia demi menekan biaya perawatan. Perawatan suku cadang pesawat di luar negeri memang dianggap menjadi salah satu beban biaya yang membuat tarif tiket sulit turun. 

Baca Juga

"Ya itu, kalau (pembahasan) satu bulan itu ada beberapa usulan fiskal yang diusulkan, tapi kami belum bisa putuskan. Spare part itu kan biaya masuknya ada, itu yang diminta," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Istana Negara, Selasa (23/7). 

Budi menyebutkan, pembahasan perluasan penerapan diskon tiket ini akan dilakukan hingga sebulan mendatang. Budi juga menyampaikan bahwa pemerintah akan menggandeng pelaku industri pariwisata, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk ikut memberikan diskon kepada pelancong. 

Budi menyampaikan, pemberian diskon tiket pesawat nantinya akan ditambah dengan diskon dari hotel atau wahana wisata di sejumlah destinasi. Cara ini diyakini lebih ampuh untuk mendongkrak kunjungan wisata setelah sempat lesu akibat harga tiket yang mahal. Ide awal pemberian paket diskon pariwisata akan menyasar destinasi utama, seperti Bali dan Yogyakarta. 

"Diskon bersama, bundling, mungkin misalnya Yogya, Bali. Dari situ sama-sama berikan diskon, jadi untuk orang yang akan ke Bali, hotel itu memberikan diskon lima persen dan airlines juga, itu yang kemarin diusulkan," kata Budi. 

Penerapannya, kata dia, maskapai memberikan diskon 50 persen tarif dari TBA, plus hotel memberikan diskon 50 persen dari tarif normal. Budi mengatakan, jika penawaran bundling diskon ini diminati wisatawan, terbuka peluang untuk diterapkan pula di daerah lain. 

photo

Tiket pesawat murah

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA