Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Jason Ranti dan Danilla Bicara Pengaruh Ibu Kota dan Musik

Selasa 23 Jul 2019 13:01 WIB

Red: Christiyaningsih

Musisi folk Jason Ranti menampilkan lagu-lagu penuh muatan kritis di Soundrenaline 2018, Ahad (9/9).

Musisi folk Jason Ranti menampilkan lagu-lagu penuh muatan kritis di Soundrenaline 2018, Ahad (9/9).

Foto: Republika/Shelbi Asriyanti
Jason Ranti menilai pindahnya ibu kota negara tak berpengaruh besar ke industri musik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun ini, wacana ibu kota negara akan dipindahkan kembali mencuat. Pemerintah serius menggodok persiapan pemindahan ibu kota dari Jakarta menuju Pulau Kalimantan.

Wacana pemindahan ibu kota negara menimbulkan pertanyaan, seberapa besar pengaruhnya untuk aktivitas di industri musik tanah air ke depan? Musisi Jason Ranti mengatakan pemindahan ibu kota negara semestinya tak akan berpengaruh besar pada aktivitas di industri musik.

"Peredaran musik akibat masalah geografis itu enggak ada karena sekarang musik sudah terdistribusi secara digital," ujar pemilik album Akibat Pegaulan Blues kepada Antara belum lama ini.

Jason juga beranggapan distribusi penjualan album fisik pun kini lebih dimudahkan dengan layanan pesan antar. Dengan demikian perpindahan ibu kota negara sesungguhnya tak berpengaruh pada musik.

Perpindahan ibu kota negara menurut Jason juga tidak banyak berimbas pada tren maupun aliran musik yang terbentuk utamanya di Jakarta dan di kota besar lainnya. Meski begitu, konsep sentralisasi pemerintahan Indonesia terdahulu berdampak besar ke industri musik tanah air.

Kondisi itu menjadikan Jakarta sebagai sebuah patokan kesuksesan karya musisi untuk melebarkan sayapnya ke berbagai daerah. Ia optimis perpindahan ibu kota negara di zaman industri musik yang serba digital tidak memengaruhi cara orang menilai kualitas sebuah musik.

"Yang pindah kan pusat pemerintahannya, kalau keseniannya tetep saja kan dari orang-orangnya. Nongkrongnya juga bakal di tempat yang sama, enggak ngikut kali yah," ujar Jason.

Solois Danilla Riyadi beranggapan nilai karya musik dari seorang musisi tidak melulu berpatokan dari lokasi mana karya musik tersebut diluncurkan. "Semua itu dari seberapa serius kita dengan karya itu sendiri. Kalau memang bermusiknya bagus, ya sudah tinggal proses seleksi alam," ujar Danilla.

Pelantun single Berdistraksi itu menyebut karya musik kini mudah didistribusikan lewat album digital. Hal tersebut juga dinilai memudahkan bagi musisi yang berjalan di jalur independen.

Dari sisi karya, Danilla menilai sebuah karya yang isinya erat dengan pendengarnya di manapun mereka, akan menjadi karya yang populer dan dinikmati dengan sendirinya. "Mau kotanya di mana, distribusinya bagaimana, kalau musiknya bagus, banyak yang relate, dia akan naik sendiri," ujar Danilla.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA