Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Investasi Cina di AS Turun 88 Persen Selama Trump Memimpin

Selasa 23 Jul 2019 10:30 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolanda

Investor bercengkrama di belakang layar yang menunjukkan pergerakan saham di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Senin (22/7).

Investor bercengkrama di belakang layar yang menunjukkan pergerakan saham di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Senin (22/7).

Foto: Chinatopix via AP
Penerapan tarif yang tinggi terhadap impor AS dari Cina menjadi salah satu penyebab.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Investasi Cina di Amerika Serikat (AS) telah menurun 88 persen sejak masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pada 2016, nilainya mencapai rekor tertinggi yakni 46,5 miliar dolar AS yang kemudian turun drastis menjadi hanya 5,4 miliar dolar AS tahun lalu. 

Data ini disampaikan perusahaan riset ekonomi Rhodium Group yang dilansir di National Review, Senin (22/7). Dari beberapa faktor, penerapan tarif tinggi oleh Trump yang besar pada impor China telah berkontribusi terhadap penurunan besar-besaran. White House menaikkan tarif impor China senilai 200 miliar dolar AS dari 10 persen menjadi 25 persen pada Mei.

Baca Juga

Kebijakan diterapkan setelah AS memandang Beijing telah melanggar ketentuan perjanjian perdagangan yang telah disepakati sebelumnya. AS juga kini mengenakan tarif 25 persen untuk produk teknologi tinggi China senilai 50 miliar dolar AS. Sebagai gantinya, China juga mengaplikasikan tarif hingga 25 persen terhadap produk AS yang senilai 60 miliar dolar AS. 

Selain tarif administrasi Trump, perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kontrol modal pemerintah China pada investasi asing menjadi faktor penurunan investasi di Amerika. Aset luar negeri milik China yang memiliki nilai lebih dari 12 miliar dolar AS terdaftar dijual tahun lalu akibat kebijakan kontrol modal. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah uang meninggalkan perekonomian negara.

Pada akhir pekan, China mengisyaratkan untuk memulai kembali negosiasi perdagangan dengan para pejabat AS setelah gagal memulai pembicaraan awal tahun ini. Perusahaan-perusahaan China dilaporkan telah bertanya tentang pembelian produk pertanian dari eksportir AS sebagai tanda positif untuk masa depan perundingan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA