Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

UMM Terlibat dalam Aksi Bersih Sepadan Sungai Brantas

Selasa 23 Jul 2019 10:00 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Sungai Brantas (ilustrasi).

Sungai Brantas (ilustrasi).

Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Aksi bersih sepadan Sungai Brantas fokus mengurangi dampak sampah pada lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Kesadaran Sinergitas Lintas Batas yang tergabung dalam Social Movement Alamku Hijau melakukan Apel Bersih, Ahad (21/7). Mereka terdiri dari unsur instansi, TNI Polri, akademisi lembaga, ormas atau komunitas dan media se-Malang Raya. Kali ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) didapuk sebagai koordinator aksi bersih ini.

Baca Juga

Secara bersama-sama, aksi yang dimulai sejak pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini dimulai dengan Apel Bersih. Dilanjutkan dengan bersih sampah sepadan sungai Brantas seputaran Landung Sari-Tlogomas. Lalu penghijauan sepadan sungai dan diskusi ekologi yang menghadirkan para pemateri dari DLH Kota Malang, Kodim 0833 Kota Malang, serta anggota dari Polres Malang Kota.

Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan, UMM, David Hermawan, mengungkapkan, menjaga lingkungan itu hal terpenting. Terlebih di Indonesia, tak terkecuali Malang Raya, banyak terjadi bencana tersebab manusia abai menjaga lingkungan. “Tak hanya kehidupan petani, rusaknya sungai Brantas akan berakibat buruk pada kelangsungan flora dan fauna sekitranya," katanya.

Sementara, Founder Gerakan Alamku Hijau, Harianto, menerangkan pihaknya berserta 400-an orang yang terlibat dalam aksi hari ini fokus mengurangi dampak sampah pada lingkungan. “Di Malang, baru hujan kecil saja sudah banjir. Kami menekankan, buanglah sampah sampah pada tempatnya, jangan di sungai,” tekannya.

Aksi yang sebetulnya dilakukan tiap minggu ini diharapkan bisa menggugah kesadaran masyarakat untuk melakukan kegiatan yang sama. Hal ini setidaknya di tingkatan Rukun Warga (RW). “Kita kembalikan gotong royongnya, kita kembalikan kesadarannya, dan saya berharap semua pihak dapat berpartisipasi menjaga lingkungan. Saat ini kita fokus di Sungai Brantas dan sunga-sungai penyangga sungai Brantas,” ungkap Harianto.

Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Joao Karvalho menyatakan, kebersihan itu bukan tanggung jawab pemerintah. Kebersihan, disebutnya, menjadi tanggung jawab individu masing-masing. Semua elemen masyarakat harus sadar akan kebersihan lingkungan. "Meski kegiatan aksi bersih ini rutin, tidak akan berarti jika masyarakat tidak disadarkan,” kata Joao, melalui pesan resmi yang diterima Republika.co.id.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA