Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Gojek Mau Boyong Gofood ke Singapura, Tapi ...

Selasa 23 Jul 2019 10:00 WIB

Rep: Tanayastri Dini Isna(Warta Ekonomi)/ Red: Tanayastri Dini Isna(Warta Ekonomi)

Gojek Mau Boyong Gofood ke Singapura, Tapi ... (FOTO: Tanayastri Dini Isna)

Gojek Mau Boyong Gofood ke Singapura, Tapi ... (FOTO: Tanayastri Dini Isna)

Gojek tengah mengulas cara terbaik guna memboyong layanan Gofood ke Singapura.

Gojek tengah mengulas cara terbaik guna memboyong layanan Gofood ke Singapura, mengingat perusahaan teknologi tersebut baru menyediakan layanan roda empat di negara itu.

Di pasar itu, Gojek mencatatkan satu juta pesanan Gocar dalam waktu tiga bulan. Itu menunjukkan adanya permintaan yang signifikan terhadap layanan Go-Jek di negeri singa itu.

"Gofood sedang kami kaji karena Singapura itu sedikit beda, tidak ada transportasi roda dua," kata Presiden Gojek Group, Andre Soelistyo, Senin (22/7/2019).

Baca Juga: Go-Jek dan Sayap Bisnisnya di Asia Tenggara

Di Indonesia dan Vietnam, Gofood mengandalkan mitra pengemudi roda dua dalam produk antar makanan berbasis permintaan. Masalahnya, hal itu sepertinya tak relevan di pasar Singapura.

Andre mengatakan, "Kami mengkaji supaya memberikan hasil yang sama. Semoga ada jawaban dalam waktu dekat."

Perusahaan besutan Nadiem Makarim, Kevin Aluwi, dan kawan-kawan itu pun tengah melakukan riset dan pengembangan guna bisa merilis produk pesan antar makanan yang sesuai dengan kondisi pasar Singapura dan regulasinya.

Di Indonesia, Go-Food bisa mencaratkan hingga satu juta pesanan dalam sehari, menurut pernyataan perusahaan. Lebih lanjut, menurut survei lembaga riset Alvara, 71,7 persen dari 1.204 responden memilih Gofood dibandingkan pesaingnya, GrabFood.

Baca Juga: Go-Jek Kaji Pasang CCTV di Layanan Go-Car

Secara keseluruhan, sejak Juni 2016 hingga Juni 2019, Gojek mencatatkan peningkatan transaksi hingga 12 kali lipat dengan 155 juta pengguna aplikasi (per Juni 2019).

Saat ini, perusahaan telah beroperasi di 204 kota dan lima negara di Asia Tenggara dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, hampir 400 ribu mitra penjual, dan lebih dari 60 ribu penyedia jasa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA