Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Kementan Layak Jadi Teladan Reformasi Birokrasi

Senin 22 Jul 2019 20:09 WIB

Red: EH Ismail

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukkan durian lokal

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukkan durian lokal

Foto: Humas Kementan
Kemampuan Kementan mereformasi birokrasi semakin baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penghargaan yang diperoleh Kementerian Pertanian (Kementan) dari OpenGov Asia membuktikan bahwa instansi pemerintah tersebut serius melakukan reformasi birokrasi. Hal itu disampaikan pengamat kebijakan publik Digipol Strategic Indonesia, Nur Fahmi BP, Senin (22/7).

Guna diketahui, OpenGov Asia mengganjar Kementan dengan penghargaan pada 18 Juli lalu sebab dinilai berinisiatif memanfaatkan teknologi mendukung optimalisasi kerja, meningkatkan pelayanan masyarakat serta mampu inovatif dengan terobosan baru.

photo

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor komoditas pertanian beberapa waktu lalu

Pemberian penghargaan ke Kementan dilakukan saat pertemuan tahunan Indonesia OpenGov Leadership Forum ke-4. Penilaian dilakukan oleh tim teknis independen dan tanpa pemberitahuan. Tim teknis independen menganggap Kementan mampu mempercepat pembangunan pertanian.

Menurut Nur Fahmi, semua kesimpulan penilaian tersebut selayaknya patut ditiru oleh kelembagaan lain, khususnya pemerintah. "Ini yang dibutuhkan dalam perubahan birokrasi pemerintahan. Kementan cepat tanggap. Mengerti apa yang dibutuhkan publik sesuai zamannya untuk meningkatkan kualitas kerja," ujar Nur Fahmi.

Kemampuan Kementan mereformasi birokrasi semakin baik. Hal itu bakal mendongkrak citra pemerintah. Oleh sebab itu, Nur Fahmi berpendapat, Kementan punya andil utama terhadap mutu kerja pemerintah di mata publik. Selain itu, target peningkatan hasil pertanian juga dapat terwujud sebab lingkungan kelembagaan Kementan telah cukup bagus.

Nur Fahmi mengungkapkan, keberhasilan reformasi birokrasi Kementan juga akan menutup segala ruang kecurangan yang dapat menghambat kemajuan pertanian nasional.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA