Rabu, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Rabu, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Upaya OJK Cegah Hadirnya Fintech Ilegal

Ahad 21 Jul 2019 11:44 WIB

Rep: Havid Al Vizki/ Red: Sadly Rachman

Kepala Group Inovasi Keuangan Digital (IKD) OJK, Triyono (Kanan)

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
EMBED
Mencegah fintech peer to peer (P2P) lending ilegal dinilai cukup sulit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fintech ilegal kerap membandel meski telah ditutup Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Group Inovasi Keuangan Digital (IKD) OJK, Triyono menyatakan, OJK tidak tinggal diam terhadap masalah itu.  Menurutnya, OJK sudah semaksimal mungkin melakukan penutupan hingga 900 fintech ilegal.

Triyono mengatakan, mencegah fintech peer to peer (P2P) lending ilegal cukup sulit karena itu bukan hanya tugas OJK. Sejauh ini, OJK hanya bisa mencegah masuk ke Indonesia namun fintech ilegal tersebut tetap tersebar luas.

Ia menambahkan, OJK tetap melakukan regulasi terhadap fintech ilegal, Namun, masyarakat juga harus lebih bijak dalam penggunaan layanan jasa uang digital.

Berikut video lengkapnya.

 

 

Videografer | Havid Al Vizki     Video Editor | Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA