Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Kemarau Turunkan Produksi Cabai Nasional Hingga 60 Persen

Senin 22 Jul 2019 17:45 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nur Aini

Harga Cabai Naik. Pedagang merapikan cabai di Pasar Inpres Senen, Jakarta Pusat, Ahad (21/7).

Harga Cabai Naik. Pedagang merapikan cabai di Pasar Inpres Senen, Jakarta Pusat, Ahad (21/7).

Foto: Fakhri Hermansyah
Penurunan produksi membuat harga cabai melonjak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kondisi kemarau yang masih berlangsung hingga September mendatang berdampak terhadap penurunan produksi cabai hingga 60 persen. Penurunan produksi tersebut menyebabkan suplai cabai ke pasar minim dan menyebabkan lonjakan harga.

Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah Kementerian Pertanian (Kementan) Mardiyah Hayati mengatakan, kondisi kemarau sangat berpengaruh terhadap eksistensi tanaman cabai. Menurut dia, sejumlah daerah sentra produksi cabai mengalami penurunan panen hingga 60 persen. Hal itu diprediksi bakal mengerek kembali harga cabai di pasar hingga Idul Adha.

Baca Juga

“Idul Adha masih suasana kemarau, pasokan mengalami penurunan maka harga diprediksi akan stabil tinggi,” kata Mardiyah saat dihubungi Republika.co.id, Senin (22/7).

Menurut Mardiyah, berdasarkan pantauan dan kondisi riil di lapangan, rendahnya harga cabai di tingkat petani selama enam bulan terakhir sebesar Rp 4.000-Rp 6.000 per kilogram (kg) menyebabkan petani kekurangan modal untuk melanjutkan perawatan tanaman yang ada. Hal tersebut secara otomatis mengakibatkan adanya masa panen yang pendek.

Kondisi yang berlangsung tersebut diperparah dengan masuknya musim kemarau. Menurut dia, di sejumlah sentra produksi cabai terjadi kelangkaan dan keterbatasan sumber air untuk irigasi. Adapun beberapa wilayah sentra yang mengalami kesulitan air antara lain Cianjur, Garut, Bandung, Sumedang, Sleman, Malang, dan Blitar. 

Sedangkan di sentra yang berada di dataran rendah, kata dia, tanaman baru mulai berproduksi sehingga pasokan cabai masih sedikit. Wilayah sentra tersebut meliputi Kulon Progo, Kediri, Blitar, Magelang, dan Temanggung. Kendati demikian dia mengatakan, sejumlah sentra cabai di wilayah Jawa Barat mulai sudah melangsungkan panen dari masa pertanaman sejak April lalu.

Untuk itu, pihaknya melaksanakan upaya jangka pendek meliputi optimalisasi pemanfaatan pompa air dan pembuatan embung. Di sisi lain, pihaknya juga tengah mengupayakan penataan sistem distribusi dari sentra produksi ke pasar secara lancar dan mengalokasikan suplai ke wilayah prioritas yang mengalami kenaikan harga paling tinggi.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menambahkan bahwa tanaman cabai merupakan tanaman dengan karakteristik yang dapat diproduksi setiap bulan. Saat ini, suplai cabai meski mengalami penurunan ke pasar, kata dia, namun beberapa sentra produksi masih dapat memenuhi sejumlah wilayah. Misalnya, produksi di beberapa sentra di Jawa seperti Sleman, Kulon Progo, dan Magelang dialokasikan ke wilayah Sumatera. Sedangkan wilayah sentra lainnya mengalokasikan produksinya ke pasar-pasar lokal.

“Dari pertanaman sekarang, kondisi awal panen sudah memasok aneka cabai harian 70-80 ton. Ini masih aman,” kata Mardiyah.

Mardiyah mengatakan, pada tahap selanjutnya di akhir Juli panen raya cabai akan berlangsung. Sehingga diprediksi suplai cabai diharapkan dapat kembali stabil. Berdasarkan catatan Kementan, konsumsi cabai besar sebesar 2,14 kg per kapita per tahun. Mengacu statistik tersebut, kebutuhan cabai per tahun mencapai 892.711 ton dengan produksi mencapai 1.206.737 ton per tahun pada 2018.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahya Widayanti memprediksi, harga cabai bakal terkerek turun seiring dengan masuknya masa panen raya cabai yang diprediksi berlangsung awal Agustus.

“Kami sih tunggu produksi, kalau panennya sudah masuk, pergerakan harga di pasar juga oke,” kata Tjahya.

Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai rawit hijau rerata nasional mencapai Rp 59.450 per kg dan cabai rawit merah Rp 69.450 per kg. Sedangkan harga cabai merah berkisar Rp 60.650-Rp 74.400 per kg. Kenaikan harga cabai terpantau merata hampir di seluruh wilayah Sumatera.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA