Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

BKKBN Ingin Buat Modul Kesehatan Reproduksi untuk Sekolah

Senin 22 Jul 2019 16:13 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Indira Rezkisari

 Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) Hasto  Wardoyo.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo.

Foto: Republika/Rr Laeny Sulistyawati
BKKBN pastikan pendidikan reproduksi bukan pendidikan seks.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berencana menyiapkan modul untuk pendidikan reproduksi. Modul tersebut nantinya akan diberikan ke sekolah-sekolah agar bisa dijadikan bahan pendidikan reproduksi kepada peserta didik.

Baca Juga

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan rencana ini akan segera dibicarakan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar bisa diterapkan. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan materi yang nantinya akan dibicarakan dengan Kemendikbud.

"Tentu saya harus menyusun materi yang baik dulu. Dalam waktu dekat kami juga harus komunikasikan dengan Kementerian Pendidikan," kata Hasto pada Republika, Senin (22/7).

Ia juga menegaskan, pendidikan reproduksi ini bukan pendidikan seks. Hal yang diberikan rencananya adalah seputar pengetahuan tentang kesehatan alat reproduksi manusia.

Hasto mengatakan, isi dari modul tersebut akan banyak terkait soal risiko yang akan terjadi apabila melakukan perkawinan dini. Diharapkan, dengan demikian generasi muda bisa memahami alat reproduksi mereka sendiri dan memahami bahaya yang akan terjadi apabila melakukan seks bebas.

Selain itu, akan dijelaskan juga soal hal-hal yang terjadi seputar masa pubertas seperti perubahan hormon. Pada intinya, semua hal yang berkaitan dengan kesehatan alat reproduksi serta dampak-dampaknya terhadap tubuh.

Hasto mengatakan, ia pernah membuat modul serupa saat menjabat sebagai bupati Kulon Progo. Oleh sebab itu, ia ingin menerapkan hal yang sama agar seluruh generasi muda di Indonesia bisa lebih memahami tentang kesehatan reproduksi.

Ia melanjutkan, pendidikan kesehatan reproduksi penting untuk anak usia muda hingga menjelang dewasa. Namun, porsinya akan disesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing.

"Pendidikan kespro (kesehatan reproduksi) sebetulnya masing-masing jenjang ada materinya, sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri," kata Hasto menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA