Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Lupa Indonesia

Senin 22 Jul 2019 10:33 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Bendera Indonesia berkibar (ilustrasi)

Bendera Indonesia berkibar (ilustrasi)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ari matamu menetes menyaksikan pertumpahan darah antarsaudara sendiri

LUPA INDONESIA
Wahai Elang Pusaka
Tajam matamu lekat menyorot
Segala penjuru kota
Mencari jejak cengkeram cakarmu
Mencari anyir bekas tumpah darahmu
Di mana telah mereka sekap suara kebenaran?

Jalan-jalan menuju rumah masa kebangkitanmu
Diaspal habis, tak menyisakan sesidik pun bekas
kepalan pejuang-pejuangmu
Mereka tak henti-hentinya memerangi kita lewat
cerita
Mereka masih ada di dalam kelopak mata para
pemuda
Mereka bersembunyi di gendang telinga tunas
bangsa

Lalu air matamu, wahai Elang Perkasa
Kulihat menetes
Saat kau lihat kenyataan anak-anakmu yang
dibutakan
Mendengar kebodohan mereka yang ditulikan
dari sejarah
Menyaksikan pertumpahan darah antarsaudara
sendiri

Yang diprakarsai orang-orang tak bernama
Kini aku harus membawamu ke gubuk kecil
Dan meringkuk sambil menelusuri kebenaran
semua cerita
Untuk memperjuangkan jiwaku di bumi

-- Yogyakarta, 15 Agustus 2017


TENTANG PENULIS: ALIM AHADI
Lahir di Sumenep, 27 Oktober 1996. Mahasiswa
SKI Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan
Kalijaga. Aktif menulis di Lesehan Sastra
Kutub Yogyakarta (LSKY).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA