Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Jelang Idul Adha Diperkirakan Harga Cabai Tetap Tinggi

Senin 22 Jul 2019 10:21 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Andi Nur Aminah

Pedagang memilah cabai daganganya di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2019).

Pedagang memilah cabai daganganya di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2019).

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Kenaikan harga karena sejumlah faktor di antaranya faktor produksi dan distribusi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga cabai mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance ( Indef) Rusli Abdullah memperkirakan cabai tetap dikisaran harga tinggi hingga menjelang Idul Adha. "Menjelang Adul Adha, tidak meningkat harganya, namun tingkat harga belum normal alias masih tinggi," ujar Rusli kepada Republika.co.id, Ahad (21/7).

Rusli mengatakan kenaikan harga cabai ini disebabkan oleh sejumlah faktor di antaranya faktor produksi dan distribusi. Di beberapa daerah yang menjadi sentra produksi cabai mengalami hujan dengan curah tinggi sehingga menyebabkan produksi cabai menurun.

Baca Juga

Sementara dari sisi distribusi, proses yang dilalui cukup panjang sehingga membuat cabai menjadi cepat busuk. Apalagi jika hasil panen sebelumnya terkena air hujan. Proses pembusukan pun akan lebih cepat.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang melambung tinggi, menurut Rusli, pemerintah harus memastikan agar pasokan tetap ada dengan optimasi satgas pangan. Optimasi satgas pangan bertujuan untuk mengurangi spekulan di tengah kenaikan harga.

Dalam jangka panjang, kata Rusli, perlu adanya rekayasa teknologi produksi dan rekayasa kuliner. Rekayasa teknologi produksi cabai dilakukan dengan menyediakan bibit cabai yang lebih tahan perubahan cuaca dan tahan hama.

Untuk mengendalikan permintaan cabai segar di tingkat masyarakat, menurut Rusli, diperlukan adanya rekayasa kuliner. Masyarakat perlu didorong untuk beralih ke cabai olahan agar tidak bergantung dengan cabai segar.

Rusli mengungkapkan, konsumsi cabai olahan dan cabai bubuk sendiri memiliki dua kelebihan. Pertama menyerap kelebihan cabai ketika panen raya, kedua menyediakan cabai di musim paceklik cabai. "Pemerintah juga harus mendorong agar para pedagang memiliki tempat penyimpanan cabai yang memungkinkan cabai bisa lebih tahan lama," tutup Rusli.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA