Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

CEO Siemens Sebut Trump Jadi Simbol Rasisme

Senin 22 Jul 2019 09:09 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya

Dari kiri ke kanan, anggota Kongres perempuan AS yang merupakan warga keturunan Rashida Tlaib dari daerah pemilihan Michigan, Ilhan Omar dari Minnesota, Ayanna Pressley dari Massachusetts, dan Alexandria Ocasio-Cortez dari New York merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai mereka dalam konferensi pers di Capitol, Washington, Senin (15/7).

Dari kiri ke kanan, anggota Kongres perempuan AS yang merupakan warga keturunan Rashida Tlaib dari daerah pemilihan Michigan, Ilhan Omar dari Minnesota, Ayanna Pressley dari Massachusetts, dan Alexandria Ocasio-Cortez dari New York merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai mereka dalam konferensi pers di Capitol, Washington, Senin (15/7).

Foto: AP Photo/J. Scott Applewhite
Trump melontarkan pernyataan rasialis saa berkampanye di Greenville, North Carolina.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Chief Executive Officer Siemens AG, Joe Kaeser mengatakan Presiden AS Donald Trump berubah menjadi simbol rasisme. Penilaian tersebut disampaikan Kaeser setelah Trump memberi tahu empat anggota parlemen Demokrat perempuan untuk 'kembali' ke tempat mereka berasal.

Baca Juga

Kaeser, salah satu pemimpin bisnis paling terkemuka di Jerman, mengatakan di Twitter ia merasa tertekan. "Kantor politik paling penting di dunia berubah menjadi wajah rasisme dan pengucilan", ujar Kaeser dilansir Bloomberg, Senin (22/7).

"Saya tinggal di AS selama bertahun-tahun dan mengalami kebebasan, toleransi, dan keterbukaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Kaeser, yang pekerjaannya di masa lalu termasuk bertugas di unit Siemens di San Jose, California.

Kaeser (62 tahun) membalas tweet sarkastik oleh mantan anggota parlemen Jerman, Ruprecht Polenz, yang mengatakan Jerman mungkin harus mengambil kembali Trump. Salah satu kakek Trump beremigrasi ke AS pada tahun 1880-an.

Polenz, anggota partai Christian Union Union dari Kanselir Angela Merkel, mengomentari kampanye Trump di Greenville, North Carolina, pada hari Rabu di mana para pendukungnya mengarahkan teriakan "kirim dia kembali" kepada anggota parlemen Ilhan Omar, seorang warga negara AS kelahiran Somalia dari Minnesota.

Trump berusaha untuk menjauhkan diri dari seruan tersebut, meskipun ia tampaknya mundur dari penyangkalannya pada hari Jumat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA