Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Indramayu Target Turunkan Stunting Lima Persen Pada 2020

Selasa 16 Jul 2019 18:16 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pemerintah Indonesia optimistis dapat menurunkan angka stunting hingga di bawah 20 persen pada 2024.

Pemerintah Indonesia optimistis dapat menurunkan angka stunting hingga di bawah 20 persen pada 2024.

Foto: Istimewa
Pemkab Indramayu meminta komitmen semua pihak untuk turunkan stunting

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Angka stunting di Kabupaten Indramayu masih cukup tinggi. Pemkab Indramayu pun menargetkan penurunan stunting secara signifikan pada 2020 mendatang.

''Pada 2020 mendatang, kita ingin penurunan lima persen pada kasus stunting bisa tercapai,'' ujar Bupati Indramayu, Supendi, saat membuka acara Rembuk Aksi Percepatan Stunting di Kabupaten Indramayu, yang berlangsung di Aula Bappeda Indramayu, Selasa (16/7). Saat ini, jumlah penderita stunting di Kabupaten Indramayu mencapai 29,9 persen dari jumlah balita yang ada.

Supendi menyatakan, untuk bisa mencapai target penurunan stunting hingga mencapai lima persen, dibutuhkan komitmen serius dari semua pihak. Mulai dari pimpinan daerah, SKPD, DPRD, rumah sakit, perguruan tinggi, camat, kepala desa, kepala puskesmas, organisasi profesi maupun media masa.

''Semua pihak harus benar-benar serius dalam mengatasi stunting agar kelak nanti permasalahan ini tidak menjadi masalah sosial,'' ucap Spendi.

Supendi mengungkapkan, kegiatan Posyandu yang ada di desa-desa harus kembali digerakkan dan mendapatkan perhatian yang lebih serius dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, pemberian informasi gizi kepada ibu-ibu harus terus dilakukan.

''Kalau stunting dibiarkan, maka anak menjadi tidak produktif dan bisa menjadi masalah sosial,'' kata Supendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, mengungkapkan, kasus stunting di Kabupaten Indramayu mencapai 29,9 persen dari jumlah balita yang ada. Dilihat dari penggolongannya, kasus stunting sebanyak 10 hingga 20 persen tergolong rendah, 20 hingga 30 persen tergolong sedang, 30 persen hingga 40 persen tinggi dan di atas 40 sangat tinggi.

‘’Dengan angka 29,9 persen, kasus stunting di Indramayu ada di posisi sedang tapi mendekati tinggi,’’ucap Deden.

Deden mengungkapkan, pada 2020 mendatang, ada delapan kecamatan yang menjadi lokus perhatian intervensi kegiatan percepatan penurunan stunting. Yakni, Kecamatan Balongan, Karangampel, Kertasmaya, Krangkeng, Lelea, Lohbener, Pasekan, dan Tukdana. 

Kedelapan kecamatan tersebut dipilih karena ditemukan kasus stunting yang lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya di Kabupaten lndramayu. Deden menjelaskan, dalam penanganan kasus stunting di daerah-daerah itu, dilakukan intervensi dengan dua cara. Yakni, intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

Adapun intervensi gizi spesifik adalah intervensi langsung dalam 1000 hari pertama kehidupan yang dilakukan oleh instansi kesehatan. Sedangkan intervensi gizi sensitif, melibatkan seluruh stakeholder yang ada. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA